Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted pada Juni 2026 tumbuh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026. Jumlah Uang Primer Adjusted Juni 2026 tercatat sebesar Rp2.228,0 triliun.
Uang Primer (M0) Adjusted pada Juni 2026 tumbuh 13,8 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Mei 2026 sebesar 14,2 persen yoy.
|Baca juga: Bank Indonesia Menilai Inflasi IHK Juni 2026 Tetap Terjaga
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan bahwa perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal dan giro. “Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,0 persen yoy dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 12,7 persen yoy,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis, 9 Juli 2026.
Menurut dia, berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas, atau pengendalian moneter adjusted.
|Baca Juga: BI: Uang Primer Adjusted Mei 2026 Tumbuh 14,2% Yoy
Ramdan menjelaskan bahwa Uang Primer (M0) Adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.
Mulai Januari 2025, Bank Indonesia memberikan gambaran lebih lengkap terhadap perkembangan uang primer dengan juga menunjukkan angka M0 Adjusted untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi likuiditas, termasuk kondisi likuiditas yang telah mengakomodasi dampak kebijakan insentif likuiditas.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

