1
1

Bukan Sekadar Tambang, MIND ID dan Jejak Manfaat untuk Negeri

Ilustrasi. | Foto: MIND ID

Media Asuransi, JAKARTA – Kekayaan mineral Indonesia tidak berhenti pada apa yang digali dari perut bumi. Di balik produksi nikel, tembaga, emas, aluminium, timah, dan batu bara, terdapat tanggung jawab yang lebih besar: memastikan kekayaan alam tersebut memberikan manfaat kembali kepada negara dan masyarakat.

Bagi MIND ID, semangat tersebut sepertinya dirangkum dalam tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”. Dalam catatan kinerja 2025, Grup MIND ID mencatat pendapatan Rp159,46 triliun dan laba tahun berjalan Rp29,89 triliun. Namun, ukuran kontribusi perusahaan kepada Indonesia tidak hanya tercermin dari kinerja bisnis.

MIND ID mencatat kontribusi kepada negara sebesar Rp92,56 triliun, yang terdiri atas pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan dividen. Angka tersebut memperlihatkan salah satu jalur bagaimana nilai ekonomi yang dihasilkan dari pengelolaan sumber daya mineral kembali menjadi bagian dari kepentingan negara.

Angka itu menjadi relevan ketika ditempatkan dalam konteks mandat MIND ID sebagai holding industri pertambangan Indonesia. Pada September 2026, MIND ID menegaskan perannya dalam mengoptimalkan penerimaan negara melalui penguatan produksi, hilirisasi, tata kelola, serta pembangunan ekosistem industri mineral yang terintegrasi.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyampaikan potensi ekonomi sektor pertambangan Indonesia sangat besar, dan dapat terus diperkuat pesannya guna memperkuat kontribusi penerimaan negara.

Ia menambahkan optimalisasi penerimaan negara akan semakin optimal melalui pengelolaan sumber daya alam yang dikelola langsung melalui entitas milik negara. Dengan dukungan kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan, MIND ID berkomitmen terus memperkuat kontribusi bagi negara.

“(Hal itu dilakukan) melalui pengelolaan sumber daya mineral yang semakin terintegrasi, penguatan hilirisasi, dan pengembangan industri bernilai tambah,” jelasnya, dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Rabu, 16 September 2026.

Namun, kontribusi sosial tidak selalu berbentuk angka yang masuk ke kas negara. Di sekitar wilayah operasi pertambangan, kehadiran industri juga bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Pendidikan, kesehatan, pengembangan usaha, lingkungan, hingga peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian dari bagaimana manfaat keberadaan industri pertambangan diterjemahkan di tingkat lokal. Pada Agustus 2026, misalnya, MIND ID menjalankan Program Relawan Bakti BUMN di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara.

Program tersebut menyasar pendidikan, lingkungan, pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), serta kesehatan masyarakat. Corporate Secretary MIND ID Pria Utama mengatakan pembangunan Indonesia yang berdaulat membutuhkan masyarakat dengan tingkat pendidikan yang baik, produktif, dan sehat.

Hal itu menjadi penting agar mampu mengembangkan potensi daerah, serta menjaga kelestarian alam di daearahnya secara mandiri. Menurutnya makna kemerdekaan saat ini adalah bagaimana seluruh elemen bangsa bersama-sama menciptakan kemandirian ekonomi negara.

Pada bidang pendidikan, relawan MIND ID menyelenggarakan Kelas Inspirasi dan edukasi Makan Bergizi serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi 200 siswa di SMA Negeri 1 Simanindo dan SD Negeri 15 Ambarita.

Di bidang lingkungan, relawan bersama masyarakat melakukan penanaman 200 bibit pohon di kawasan Daerah Tangkapan Air Danau Toba. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air Danau Toba.

Di tempat lain, pendekatan pemberdayaan masyarakat terlihat melalui program-program anggota Grup MIND ID. Mengutip Handbook MediaMIND 2026, misalnya, tercatat ANTAM melalui Program Sundung Cisarua mengembangkan peternakan domba dan pertanian sebagai alternatif ekonomi bagi masyarakat Desa Cisarua, Kabupaten Bogor.

Program tersebut tercatat memberikan akses pupuk organik kepada 2.925 warga, mengembangkan populasi ternak dari 50 ekor pada 2021 menjadi lebih dari 800 ekor, serta mendorong 30 mantan pelaku penambangan emas tanpa izin beralih menjadi peternak atau petani.

Cerita serupa muncul dari PT Bukit Asam Tbk melalui pengembangan budi daya burung puyuh di Desa Seleman, Kecamatan Tanjung Agung. Program tersebut diarahkan untuk menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekitar tambang dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan.

Langkah itu sekaligus membangun rantai nilai dari produksi hingga pemasaran. Pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa kontribusi sosial dapat diarahkan bukan sekadar pada bantuan, tetapi pada penciptaan aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat.

|Baca juga: OJK Ungkap Bayar Listrik Telat Bisa Jadi Pertimbangan Skor Kredit

|Baca juga: OJK Wanti-wanti Risiko Salah Hitung Skor Kredit di Era AI

Dimensi sosial juga terlihat dari program PT INALUM. Dalam Handbook MediaMIND 2026, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan mencakup pendidikan, lingkungan, pengembangan UMK, pemberdayaan petani dan nelayan, pemberdayaan perempuan, kesehatan, hingga pengembangan desa binaan.

Pada akhirnya, kontribusi industri pertambangan dapat dilihat dari dua sisi yang saling melengkapi. Di satu sisi, terdapat kontribusi ekonomi kepada negara melalui pajak, PNBP, dan dividen. Di sisi lain, terdapat manusia dan komunitas yang hidup berdampingan dengan wilayah operasi perusahaan.

Lebih lanjut, Maroef menegaskan, MIND ID memiliki kesiapan dari sisi sumber daya manusia, teknologi, pengalaman operasional, serta jaringan industri untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam nasional.

Karena itu, penguatan peran BUMN di sektor mineral tidak semata ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, melainkan untuk memastikan lebih banyak nilai tambah, lapangan kerja, penguasaan teknologi, dan penerimaan negara dapat tercipta di dalam negeri.

“Kami siap menjalankan mandat yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan MIND ID, kami meyakini kekayaan mineral Indonesia dapat menjadi fondasi yang semakin kuat bagi memperkuat kedaulatan ekonomi dan kemakmuran rakyat,” jelas Maroef.

Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar menambahkan pembentukan MIND ID sejak awal diarahkan untuk mengubah pengelolaan mineral dari sekadar aktivitas ekstraksi menjadi kekuatan industri nasional yang mampu menciptakan nilai tambah bagi Indonesia.

“Bahwa negara menguasai sumber daya alam, diolah sendiri, menjadi industri, menciptakan nilai tambah, sampai tujuannya adalah kemakmuran rakyat,” kata Gunhar.

Menurut Gunhar, MIND ID memiliki peran strategis sebagai instrumen negara untuk memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi berkembang menjadi fondasi industrialisasi, penciptaan nilai tambah, dan kemakmuran rakyat sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Menguat Usai The Fed Menaikkan Bunga

Member Login

or