Media Asuransi, JAKARTA – Ketua Asosiasi Pengelola Informasi Kredit Tan Glant Saputrahadi mengatakan masyarakat yang belum memiliki riwayat kredit tidak serta-merta sulit mendapatkan akses pembiayaan. Penilaian terhadap calon debitur dapat dilakukan dengan memanfaatkan data alternatif di luar riwayat kredit.
Tan Glant menjelaskan data alternatif dibutuhkan untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai profil calon debitur, terutama bagi individu yang belum memiliki catatan kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
“Kalau misalkan seseorang individu tidak memiliki data kredit, orang ini harus kita scoring. Dari mana datanya? Berarti dari data behavior dari yang bersangkutan,” kata Tan Glant dalam webinar yang digelar OJK Institute Kamis, 17 September 2026.
Menurut dia, data perilaku yang dapat menjadi bahan penilaian antara lain riwayat pembayaran telekomunikasi, listrik, hingga aktivitas belanja digital. Data tersebut kemudian dapat dikombinasikan dengan data SLIK untuk memberikan gambaran profil calon debitur secara lebih lengkap.
Tan Glant mencontohkan calon debitur bernama Sari yang merupakan pemilik warung dan mengajukan pinjaman Rp15 juta untuk modal dagang. Sari tidak memiliki slip gaji dan belum pernah mengajukan kredit ke bank sehingga tidak memiliki data dalam SLIK.
|Baca juga: OJK Ungkap Bayar Listrik Telat Bisa Jadi Pertimbangan Skor Kredit
|Baca juga: OJK Wanti-wanti Risiko Salah Hitung Skor Kredit di Era AI
Namun, setelah data alternatif digunakan, profil Sari menunjukkan sejumlah sinyal positif. Penggunaan layanan telekomunikasi dan listrik pascabayarnya tercatat selama empat tahun dengan 24 bulan tanpa tunggakan. Nomor telepon yang digunakan juga konsisten sejak 2019.
Selain itu, transaksi usahanya menunjukkan pertumbuhan 12 persen dan data identitas seperti alamat KTP, alamat usaha, serta alamat pengiriman tercatat sesuai. Berdasarkan hasil analitik tersebut, Sari memperoleh skor kredit 640.
“Dengan menggabungkan ini, ini memberikan 360 visibility dari seorang individual,” ujar Tan Glant.
Dia mengatakan pemanfaatan data alternatif menjadi penting untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum memiliki riwayat kredit. Tan Glant menyebut pihaknya telah membantu sekitar enam juta debitur unbank memperoleh akses kredit.
“Bagi individu yang tidak mempunyai data kredit, tentunya kalau tanpa adanya data tambahan, maka yang bersangkutan tidak akan bisa mendapatkan akses pinjaman,” tutupnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
