Media Asuransi, JAKARTA – Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa penjualan eceran diprakirakan terjaga pada April 2026. Namun terjadi penurunan secara bulanan dibandingkan dengan bulan sebelumnya saat ada momentum Ramadan dan lebaran.
Hasil survei menunjukkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 diprakirakan sebesar 231,0 didorong tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Subkelompok Sandang.
|Baca juga: BI Diyakini Terus Pelototi Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Global
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa secara bulanan, penjualan eceran pada April 2026 diprakirakan menurun sebesar -10,0 persen month to month (mtm). “Dipengaruhi oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H,” jelasnya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 18 Mei 2026.
Pada Maret 2026, IPR tercatat sebesar 256,7. Kinerja tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau secara tahunan.
|Baca juga: Wakil Rektor Universitas Paramadina: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Sepenuhnya Terasa di Masyarakat
Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 tumbuh sebesar 10,3 persen mtm, lebih tinggi dari Februari 2026 yang tumbuh sebesar 4,1 persen mtm. Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan seluruh kelompok, terutama Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Subkelompok Sandang, sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada periode HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juni dan September 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 175,6 dan 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH Mei dan Agustus 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 157,4 dan 157,2, didorong oleh kenaikan harga bahan baku.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

