Media Asuransi, GLOBAL – Industri reasuransi global mencatat kinerja kuat sepanjang 2025. Sebagian besar perusahaan reasuransi berhasil menghasilkan Return on Equity (ROE) sebesar 16,3 persen, jauh di atas biaya modal yang harus ditanggung perusahaan.
Laporan AM Best bertajuk ‘Reinsurers’ Returns Exceed Cost of Capital Despite Softening Market‘ menyebut capaian tersebut menjadi tahun ketiga berturut-turut ketika tingkat pengembalian perusahaan reasuransi berada di atas biaya modal.
Dilansir dari Insurance Asia, Selasa, 18 Agustus 2026, kinerja positif tersebut didukung oleh penyesuaian harga dan pengurangan risiko dalam portofolio bisnis. Di saat yang sama, biaya modal industri reasuransi justru meningkat.
Rata-rata tertimbang biaya modal naik dari 7,67 persen pada 2024 menjadi 8,23 persen pada 2025. Angka itu kembali meningkat menjadi 8,63 persen pada kuartal I/2026.
Kondisi tersebut terjadi ketika pasar reasuransi global mulai memasuki fase yang lebih lunak. Tingginya jumlah modal dan kapasitas yang tersedia membuat persaingan di pasar meningkat sehingga tekanan terhadap harga reasuransi mulai muncul.
|Baca juga: China Dorong Warga Berobat Dekat Rumah, Dana Asuransi Dialihkan ke Klinik
|Baca juga: Prabowo Klaim 1,4 Juta Lapangan Kerja Tercipta di Semester I/2026
Analis Industri AM Best Helen Andersen mengatakan perusahaan reasuransi masih mempertahankan sejumlah langkah untuk menjaga kualitas bisnis meskipun kondisi pasar mulai melunak.
Perusahaan, antara lain, memperketat syarat dan ketentuan serta menaikkan attachment point atau batas awal ketika perusahaan reasuransi mulai menanggung kerugian. Langkah tersebut dinilai penting karena perusahaan reasuransi menghadapi risiko sekunder yang semakin sering terjadi dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Risiko ini mencakup bencana seperti banjir, badai, dan kebakaran yang sebelumnya dianggap memiliki dampak lebih kecil dibandingkan bencana besar.
Sementara itu, biaya ekuitas meningkat untuk tahun keempat berturut-turut hingga mencapai 9,6 persen pada 2025. Kenaikan biaya ekuitas tersebut membuat biaya modal industri secara keseluruhan ikut meningkat meskipun tingkat suku bunga mulai turun.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

