Media Asuransi, JAKARTA – PT Pusat Informasi dan Data Asuransi Indonesia (Pindai) yang di luncurkan pada Juli 2026, untuk pertama kalinya menggelar workhop, dengan mengangkat tema “Strengthening Insurance Risk & IT Risk Management: Driving Productivity and Efficiency in the Insurance Industry”.

Seminar setengah hari ini dihadiri langsung Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan dan Kepala Departemen Aktuaria Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yusman sebagai Keynote Speech serta dua orang pembicara dari PINDAI, yaitu IT Risk Management Manager Mulyadi Chang dan IT AI Manager Julius Luthena, serta diikuti puluhan peserta dari berbagai perusahaan asuransi.
|Baca juga: Pindai Resmi Meluncur, AAUI Siapkan Pusat Data Berbasis AI untuk Perkuat Industri Asuransi


Dalam sambutannya, Ketua Umum AAUI, Budi Herawan menyampaikan tiga harapan dari workshop yang digelar PINDAI, yakni :
Pertama, pemahaman yang utuh. Manfaatkan forum ini untuk memahami keterkaitan antara risiko asuransi, risiko teknologi informasi, kebijakan pengawasan, dan kebutuhan pelaporan perusahaan. Jangan ragu menggali dasar pemikiran, proses, serta manfaat dari setiap pendekatan yang disampaikan agar penerapannya tidak sekadar memenuhi kewajiban, tetapi benar-benar mendukung pengelolaan perusahaan.
Kedua, tindak lanjut nyata. Sepulang dari workshop ini, saya mengajak Bapak dan Ibu untuk menelaah kembali proses yang berjalan, mengidentifikasi ruang perbaikan, serta menilai secara objektif pendekatan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan masing-masing. Susun prioritas yang realistis, tetapkan penanggung jawab, dan pastikan terdapat tindak lanjut yang dapat dipantau sehingga pembelajaran hari ini menghasilkan perubahan nyata.
Ketiga, kolaborasi berkelanjutan. Sampaikan pertanyaan, pengalaman, kendala, dan usulan secara terbuka selama workshop. Masukan Bapak dan Ibu penting agar setiap kebijakan, pendekatan, maupun solusi yang dikembangkan tetap relevan dan dapat diterapkan oleh industri. Kita perlu membangun ruang belajar bersama karena satu perusahaan mungkin telah menemukan praktik yang dapat membantu perusahaan lain menghadapi tantangan serupa.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

