Buku berjudul “Nak, Belajar Soal Uang adalah Bekal Kehidupan” karya Jeong Seon-yong, merupakan salah satu buku yang membahas kehidupan dan keuangan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Saat membacanya, buku ini terasa seperti nasihat dari orang tua kepada anak tentang pentingnya memahami uang sebagai bekal menjalani kehidupan.
Ditulis oleh seorang ayah asal Korea Selatan yang baru pensiun setelah 25 tahun bekerja, sementara istrinya sedang menjalani kemoterapi kanker payudara, buku ini bukan sekadar buku motivasi finansial yang dipenuhi rumus investasi. Isinya lebih menyerupai curahan hati seorang ayah kepada anak-anaknya, yang di dalamnya tersimpan pelajaran hidup paling jujur tentang uang yang ia dapatkan dari pengalaman yang tidak selalu mudah.
Hal yang membuat buku ini berbeda adalah penggunaan metafora crevasse, yaitu celah tersembunyi di gletser yang dapat membuat seseorang jatuh tanpa peringatan. Penulis menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan masa sulit setelah pensiun, lalu memperluas maknanya menjadi simbol berbagai jurang yang dapat muncul dalam kehidupan, seperti penyakit yang datang tiba-tiba, kebangkrutan, kesepian di usia paruh baya, hingga keruntuhan sosial akibat keserakahan.
Jeong bahkan mengaitkannya dengan tragedi runtuhnya Gedung Sampoong dan tenggelamnya Kapal Sewol sebagai contoh bahwa ancaman tidak hanya datang dari persoalan keuangan pribadi, tetapi juga dari kegagalan masyarakat menjaga keseimbangan.
Kekuatan terbesar buku ini terletak pada kejujurannya. Penulis tidak berusaha tampil sebagai sosok yang berhasil menaklukkan semua persoalan hidup. Dia menceritakan rambut istrinya yang rontok akibat kemoterapi, dirinya yang baru belajar mencuci dan membersihkan rumah di usia lima puluhan, hingga rasa kehilangan saat pulang membawa kardus berisi barang pribadi pada hari terakhir bekerja.
Dari pengalaman sederhana namun menyakitkan itu, ia menyimpulkan bahwa kekuatan finansial dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, bukan dari keberuntungan sesaat
Sepsifikasi Buku:
| Judul Buku | : Nak, Belajar Soal Uang adalah Bekal Kehidupan |
| Penulis | : Jeong Seon-yong |
| Penerbit | : Gramedia Pustaka Utama |
| Tahun | : 2025 |
| Jumlah | : 247 Halaman |
Buku ini juga menawarkan cara pandang yang menarik tentang hubungan antara perjalanan hidup dan keuangan. Penulis membagi kehidupan ke dalam beberapa fase,
mulai dari masa belajar mengelola uang ketika muda, masa membangun penghasilan melalui pekerjaan, masa mengembangkan usaha, hingga masa ketika aset mulai bekerja menghasilkan pendapatan. Dia juga menjelaskan tiga sumber penghasilan, yaitu pendapatan dari pekerjaan, pendapatan dari usaha, dan pendapatan dari modal.
Menurutnya, banyak orang terjebak hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan tanpa berusaha membangun sumber pendapatan lainnya.
Isi buku ini terasa relevan bagi anak muda saat ini. Di tengah maraknya pembahasan mengenai quiet quitting, FIRE movement, resesi, dan ancaman pemutusan hubungan kerja, penulis menghadirkan sudut pandang dari seseorang yang telah melewati krisis ekonomi Asia 1997 dan pandemi Covid-19.
Penulis membahas lima karakteristik orang yang berhasil, termasuk kemampuan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki orang lain, baik berupa uang, tenaga, maupun pengetahuan. Selain itu, ia menjelaskan perbedaan antara orang yang hidup hanya mengandalkan penghasilan aktif dengan mereka yang mampu membangun aset sebagai sumber pendapatan.
Meski demikian, buku ini tetap memiliki beberapa kekurangan. Karena ditulis berdasar pengalaman pribadi seorang laki-laki Korea Selatan dari generasi tertentu, sebagian nasihatnya lahir dari konteks budaya yang cukup spesifik, seperti sistem sewa jeonse, budaya kerja Korea Selatan, hingga pembagian peran dalam keluarga yang masih cenderung tradisional.
Pembaca perlu memilah mana prinsip yang bersifat universal dan mana yang merupakan pengalaman pribadi penulis. Selain itu, gaya penulisannya cukup reflektif dan beberapa gagasannya diulang dalam berbagai bagian, sehingga pembaca yang menginginkan panduan praktis mungkin membutuhkan sedikit kesabaran.
Secara keseluruhan, buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang mulai memikirkan masa depan keuangan, tetapi merasa jenuh dengan buku-buku bertema “cara cepat kaya” yang sering kali terdengar dangkal. Buku ini juga cocok bagi mereka yang jarang ‘mendapat’ obrolan terbuka tentang uang dari orang tua.
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

