Media Asuransi, GLOBAL – Industri asuransi umum India mencatat pertumbuhan premi bruto 5,7 persen secara tahunan menjadi INR31,398 miliar pada Juli 2026. Berdasarkan data General Insurance Council, pertumbuhan tersebut melambat cukup tajam dibandingkan dengan Juni 2026 yang mencapai 15,9 persen.
Dilansir dari Asia Insurance Review, Senin, 24 Agustus 2026, perlambatan terutama disebabkan penurunan premi asuransi kebakaran dan pertanian, meski bisnis kesehatan dan kendaraan bermotor tetap tumbuh.
Namun, secara kumulatif April-Juli 2026, premi asuransi umum masih tumbuh 9,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 7,1 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Asuransi kesehatan menjadi penopang utama pertumbuhan industri. Premi kesehatan naik 26 persen secara tahunan menjadi INR15,009 miliar pada Juli 2026.
|Baca juga: Oona Indonesia Catat Laba Bersih Tumbuh 55% di Semester I/2026
|Baca juga: Citi Indonesia Cetak Laba Rp994 Miliar, DPK Tumbuh 23% di Semester I/2026
Pertumbuhan tersebut didorong premi kesehatan ritel yang naik 31,6 persen dan kesehatan kelompok yang tumbuh 17,9 persen. Asuransi kesehatan menyumbang sekitar 48 persen dari total premi asuransi non-jiwa bulanan, naik dari sekitar 40 persen setahun sebelumnya.
Sementara itu, perusahaan asuransi kesehatan khusus atau standalone health insurers mencatat pertumbuhan premi 28,8 persen menjadi INR4,666 miliar.
Bisnis asuransi kendaraan bermotor juga masih mencatat pertumbuhan dua digit. Premi naik 14 persen menjadi INR9,387 miliar. Premi own-damage tumbuh 16,9 persen, sedangkan premi third-party naik 11,9 persen.
Sebaliknya, premi asuransi kebakaran turun 30,9 persen menjadi INR1,952 miliar. Penurunan ini mencerminkan tekanan pada bisnis asuransi komersial. Asuransi pertanian juga menjadi penekan pertumbuhan setelah preminya anjlok 58,5 persen menjadi INR1,077 miliar.
Berdasarkan kelompok perusahaan, perusahaan asuransi umum swasta mencatat pertumbuhan premi 8,5 persen pada Juli, lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan asuransi umum milik pemerintah yang tumbuh 6,6 persen.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

