1
1

Eastspring Investments Indonesia: Pasar Keuangan Domestik Kembali Tertekan di Tengah Kehati-hatian Investor

Investor sedang mengamati perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Pasar saham Indonesia kembali mengalami tekanan pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis, 4 Juni 2026, melanjutkan pelemahan yang telah terjadi pada perdagangan sebelumnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun -3,48 persen atau -206,81 poin ke level 5.734,26.

Tekanan jual yang terjadi kembali bersifat luas dan tidak terkonsentrasi pada sektor maupun kelompok saham tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa sentiment kehati-hatian masih berlangsung di kalangan pelaku pasar.

|Baca juga: Eastspring Investments Indonesia: Pelemahan Secara Luas, Menekan Pasar Saham Indonesia

Beberapa saham yang menjadi penekan terbesar adalah BBCA (-3,62 persen), BBRI (-3,76 persen), BRPT (-9,07 persen), ASII (-4,13 persen), dan BMRI (-2,47 persen). Di pasar obligasi, Sebagian tenor SBN turut mengalami tekanan, dengan imbal hasil SBN tenor lima tahun meningkat 7,24 bps (basis points) menjadi 6,81 persen, sedangkan tenor 10 tahun naik 4,39 bps menjadi 6,75 persen.

Di saat yang sama, pelemahan nilai tukar rupiah yang telah bergerak melewati level 18.000 turut menjadi perhatian investor. Hingga saat Spring Flash ini dirilis oleh tim PT Eastspring Investments Indonesia, nilai tukar rupiah melemah 0,42 persen terhadap dolar AS dan berada di kisaran Rp18.042 per dolar AS.

|Baca juga: Eastspring Investments Indonesia: Sentimen Pasar Masih Dibayang oleh Arah Kebijakan Pemerintah

Kondisi tersebut, ditambah dengan masih terbatasnya visibilitas pasar terhadap arah kebijakan dan langkah yang akan ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, tampaknya memengaruhi tingkat keyakinan investor dalam jangka pendek.

|Baca juga: Rupiah Tembus Rp18.043 per US$, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi di Pasar

Selain itu perhatian pelaku pasar juga tertuju pada pengesahan revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) oleh DPR pada hari ini. Revisi tersebut salah satunya memperluas tujuan kebijakan Bank Indonesia agar turut mendukung pertumbuhan sektor riil, serta memberikan kewenangan kepada DPR untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Bank Indonesia, OJK, dan LPS. Hasil evaluasi dan rekomendasi DPR selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti.

Perubahan kebijakan ini hadir di tengah perhatian pasar yang masih tertuju pada perkembangan kondisi pasar keuangan domestik, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati implementasi ketentuan tersebut, khususnya dalam menjaga efektivitas tata kelola, koordinasi kebijakan, dan independensi kelembagaan.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bank Muamalat Hadirkan Semarak Qurban Muamalat 2026
Next Post President of AICLA Kunjungi DAI dan AAUI

Member Login

or