Media Asuransi, JAKARTA – BNI Sekuritas menyatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di hari kemarin melemah sebanyak 0,3 persen disertai dengan net sell asing Rp1 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BMRI, ASII, dan BREN.
“IHSG berpotensi rebound hari ini,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, dikutip dari riset hariannya, Jumat, 17 April 2026.
|Baca juga: UMKM Kuasai Ekonomi, tapi Akses Pembiayaan Masih Seret? OJK Bongkar Fakta Ini!
|Baca juga: Porsi Kredit UMKM Masih Mini, DPR Bongkar Biang Keroknya!
Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street kompak mencetak kinerja impresif pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama mencatat rekor tertinggi sepanjang masa, didorong optimisme pasar terhadap potensi berakhirnya konflik Iran.
Indeks S&P 500 naik 0,26 persen, Nasdaq menguat 0,36 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,24 persen. Penguatan pasar didorong sentimen positif setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi telah berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut Israel dan Lebanon sepakat melakukan gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pukul 17.00 waktu AS. Langkah penghentian serangan Israel ke Lebanon disebut menjadi salah satu syarat penting untuk membuka kembali negosiasi antara AS dan Iran.
|Baca juga: Risiko Gagal Bayar Meningkat, Konflik Timur Tengah Tekan Industri Asuransi Kredit
|Baca juga: Allianz Indonesia: Kenaikan Biaya Medis Jadi Perhatian Besar bagi Masyarakat
Sedangkan bursa saham Asia sebagian besar menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat, didorong optimisme tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik Iran. Sentimen positif muncul seiring meningkatnya tekanan AS terhadap Teheran, serta pelaku pasar yang bersiap menghadapi rilis data ekonomi dan laporan kinerja emiten.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,38 persen, dan Topix melesat 1,17 persen. Sedangkan, Kospi Korea Selatan meningkat 2,21 persen, dan Kosdaq naik 0,91 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 1,72 persen, CSI 300 China naik 1,1 persen, dan Taiex Taiwan bertambah 1,12 persen.
|Baca juga: Potensi Asuransi Hewan Peliharaan Masih Besar, OJK Dorong Inovasi Produk
|Baca juga: Prudential Indonesia Susun Strategi Kejar Pertumbuhan Premi Lewat Keagenan dan Bancassurance
|Baca juga: Prudential Indonesia Optimalkan AI dan Digitalisasi untuk Manjakan Nasabah
Sedangkan, S&P/ASX 200 Australia turun 0,26 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,16 persen, dan FTSE Malay KLCI turun 0,27 persen. Selain itu, pelaku pasar kini menanti sejumlah data penting, termasuk laporan ketenagakerjaan Australia dan produk domestik bruto China.
Support IHSG: 7.580-7.600
Resist IHSG: 7.650-7.730
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
- CDIA Spec Buy dengan area beli di Rp1.130-Rp1.175, cutloss di bawah Rp1.130. Target dekat di Rp1.210-Rp1.270.
- AKRA Spec Buy dengan area beli di Rp1.440-Rp1.445, cutloss di bawah Rp1.430. Target dekat di Rp1.460-Rp1.480.
- AMMN Spec Buy dengan area beli di Rp5.500-Rp5.600, cutloss di bawah Rp5.450. Target dekat di Rp5.850-Rp6.125.
- INET Spec Buy dengan area beli di Rp318-Rp326, cutloss di bawah Rp312. Target dekat di Rp332-Rp344.
- INDY Spec Buy dengan area beli di Rp3.490-Rp3.530, cutloss di bawah Rp3.460. Target dekat di Rp3.570-Rp3.650.
- BUMI Spec Buy dengan area beli di Rp248-Rp250, cutloss di bawah Rp248. Target dekat di Rp254-Rp258.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
