Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan bahwa premi industri asuransi umum di semester I/2026 tercatat sebesar Rp58,19 triliun. Nilai premi asuransi umum dari 68 perusahaan anggota AAUI pada semester I/2026 turun 0,5 persen jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp58,50 triliun.
“Data dari anggota kami, dengan catatan ada dua perusahaan asuransi umum yang belum melaporkan datanya, premi asuransi umum pada semester I/2026 turun 0,5 persen dibandingkan semester I/2025,” kata Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI, Heri Supriyadi, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
|Baca juga: Bisnis Asuransi Umum Diprediksi Makin Moncer Sepanjang 2026
Menurutnya, lini bisnis asuransi properti mencatatkan penurunan premi hingga sekitar Rp2,4 triliun atau turun sebesar 13,6 persen, dari Rp17,95 triliun pada tahun semester I/2025 menjadi Rp15,51 triliun di semester I/2026. “Ada objek pertanggungan, di lini bisnis properti yang sudah jatuh tempo, namun belum ada renewal sampai saat ini. Kita berharap nanti kalau sudah renewal, di akhir tahun akan membaik angkanya,” jelas Heri.
|Baca juga: AAUI Meminta Anggotanya Pastikan Kerja Sama dengan Pialang Asuransi yang Memiliki Izin OJK
Di sisi lain, premi asuransi kendaraan bermotor meningkat 4,9 persen, dari Rp9,4 triliun pada semester I/2025 menjadi Rp9,85 triliun pada semester I/2026. Sedangkan premi asuransi kredit meningkat 9,3 persen, dari Rp8,53 triliun pada semester I/2025 menjadi Rp9,32 triliun pada semester I/2026.
Sedangkan premi asuransi kesehatan tumbuh 2,9 persen, dari Rp6,08 triliun di semester I/2025 menjadi Rp6,26 triliun pada semester I/2026. Premi lini bisnis miscellaneous naik 9,3 persen, dari Rp2,67 triliun per semester I/2025 menjadi Rp2,92 triliun per semester I/2026.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

