Dia menjelaskan, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 6.414 (-0,25%) ditransaksikan senilai Rp19,17 triliun dengan volume transaksi 18,03 miliar lembar saham di mana asing melakukan Aksi Jual Bersih Rp137,55 miliar. Adapun sektor yang membebani laju IHSG kemarin meliputi sektor Manufactur (-0,02%), Basic-Ind (-0,228%), Property (-0,344%), Consumer (-0,347%), Mining (-0,656%), Finance (-0,988%) di mana sektor yang masih menopang lajuIHSG kemarin meliputi sektor Agriculture (1,702%), Misc-Ind (1,443%), Infrastructure (0,957%), dan Trade (0,62%).
Baca Juga:
Hendri mengatakan, IHSG pada perdagangan kemarin terpantau bergerak fluktuatif. Pada awal perdagangan IHSG dibuka menguat lalu berbalik arah menuju teritori merah dan menjelang penutupan sesi 1 indeks kembali menguat dan ditutup pada teritori merah. “IHSG ditutup melemah di level 6.413 (-0,24%). Pelemahan Indeks disebabkan adanya aksi jual masif oleh investor asing pada saham BFIN, BBCA, BUMI, BBRI, dan ASII,” katanya.
Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa investor perlu mencermati data-data ekonomi yang akan dirilis hari ini yaitu data ekonomi dari Inggris mengenai penjualan ritel bulan Desember MoM yang diproyeksikan oleh konsensus Trading Economic bertumbuh 1,2% di mana sebelumnya bertumbuh sebesar -3,8%. Data penjualan ritel untuk bulan Desember YoY akan bertumbuh 4% dari sebelumnya 2,4%.
Dari Uni Eropa akan dirilis juga data PMI Manufacturing untuk bulan Januari yang diproyeksikan akan bertumbuh 54,5 terekspansi melambat dari sebelumnya 55,2 dan untuk PMI Services bulan Januari juga demikian masih terkontraksi pada level 44,5 dari 46,4 yang diproyeksikan oleh Trading Economics. Dan dari AS akan dirilis juga data PMI Mnufacturing yang diproyeksikan oleh konsensus Trading Economics akan bertumbuh 56,5 terkespansi melambat dari sebelumnya 57,1 dan untuk PMI Services diproyeksikan oleh konsensus Trading Economics akan bertumbuh terekspansi melambat 53,6 dari sebelumnya 54,8. Aca