Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada akhir perdagangan akhir pekan, Jumat, 24 Juli 2026. IHSG terpangkas 1,88 persen, setara 118 poin ke level 6.196.
|Baca juga: Tarif Baru Trump Tekan IHSG Sesi I
Total volume perdagangan saham di BEI pada Jumat mencapai 37,58 miliar dengan nilai transaksi Rp 17,60 triliun. Ada sebanyak 587 saham yang melemah dan 104 saham yang menguat serta 105 saham yang stagnan.
Sejumlah sentimen negatif dari global menekan pergerakan indeks hari ini. Tarif baru dari pemerintahan Amerika Serikat sebagai kelanjutan tarif tahap pertama menjadi hambatan laju IHSG di zona hijau.
|Baca juga: Afirmasi S&P Diklaim Jadi Modal Kuat Indonesia Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Kebijakan terbaru Pemerintah Amerika Serikat yang mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap produk impor dari Indonesia ditanggapi pemerintah dengan menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat ( USTR ) sekaligus memperkuat daya saing ekspor nasional melalui penyederhanaan regulasi dan diversifikasi pasar.
Harga minyak yang kembali menembus US$100 per barel turut menekan indeks aset berisiko saham. Setelah harga minyak sempat turun pada Juni menyusul gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, perang yang kembali terjadi mendorong harga minyak Brent kembali melampaui US$100 per barel pada Kamis.
Kenaikan minyak dikhawatirkan memicu inflasi tinggi di seluruh dunia. Ditambah ketahanan ekonomi AS dimana data tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat membuat ekspektasi kebijakan moneter The Fed bergeser dari kemungkinan pemangkasan suku bunga menjadi potensi kenaikan suku bunga.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
