Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tak berkutik di awal pekan. IHSG ditutup melemah 2,87 persen atau 160 poin ke level 5.434 di akhir perdagangan sesi I, Senin, 8 Juni 2026. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.523 dan terendah di level 5.346 yang tetap tertahan di zona merah.
|Baca juga: IHSG Terkoreksi 4% di Akhir Pekan
Frekuensi transaksi mencapai 1,36 juta kali dengan nilai Rp12,9 triliun dengan volume perdagangan sebesar 20,4 miliar saham. Sebanyak 646 saham melemah, 88 saham menguat, dan 79 saham bergerak stagnan.
Situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas memicu kenaikan harga minyak mentah Brent menjadi US$95,29 per barel atau naik 2,36 persen dibandingkan penutupan Jumat lalu. Israel membalas serangan rudal Iran ke Tel Aviv dengan menyerang tiga kota sekaligus, Teheran, Isfahan dan Tabriz.
|Baca juga: Saham Indonesia Dihindari Asing, IHSG Kembali Terjerembab
Di sisi lain, laporan pekerjaan AS yang sangat kuat pada hari Jumat membuat para pedagang memperkirakan kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Jika The Fed menaikkan bunga acuan akan membuat dolar AS semakin menarik dibandingkan mata uang negara-negara emerging market, seperti rupiah Indonesia.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

