1
1

Saham Indonesia Dihindari Asing, IHSG Kembali Terjerembab

Ilustrasi. | Foto: starline/Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi cukup dalam di sesi I Jumat, 5 Juni 2026. IHSG terpangkas sebesar 2,53 persen atau 147 poin ke level 5.692 di akhir perdagangan sesi I.

|Baca juga: Rupiah Tembus Rp18.043 per US$, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi di Pasar

Total volume transaksi bursa mencapai 25,26 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 21,09 triliun. Sebanyak 588 saham turun harga, 111 naik harga dan 109 flat. Frekuensi transaksi mencapai 1,29 juta kali.

Seruan Sell Indonesia, baik aset saham maupun obligasi atau surat utang negara menggema di pasar global. Sejak mencapai rekor tertinggi indeks saham acuan Indonesia telah merosot sekitar 36 persen, menjadikannya pasar saham dengan kinerja terburuk di antara lebih dari 90 indeks global yang dipantau Bloomberg sepanjang 2026.

|Baca juga: IHSG Terkoreksi Lagi ke 5.839

Di saat yang sama, rupiah melemah lebih dari 7 persen sepanjang tahun ini dan investor asing menarik dana miliaran dolar dari pasar obligasi domestik. Di pasar obligasi, investor asing telah melepas kepemilikan surat utang negara hingga 9 persen, setara Rp87 triliun.

Tren utama di Asia saat ini adalah ‘jual Indonesia’,” ujar George Boubouras, kepala riset di hedge fund K2 Asset Management, yang mengelola sekitar US$ 4,3 miliar. Setelah puluhan tahun berinvestasi di Indonesia, ia keluar sepenuhnya dari pasar pada 2024.

Sejumlah investor menilai perubahan arah kebijakan ekonomi sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat pada Oktober 2024 menjadi faktor utama meningkatnya kehati-hatian pasar.
Pemerintah menjalankan program makan bergizi gratis secara nasional yang dinilai memberatkan fiskal.

Selain itu peran negara dalam perekonomian semakin besar, serta mengalirkan dana besar ke Danantara sebagai sovereign wealth fund nasional. Kekhawatiran investor semakin meningkat setelah pemerintah mengambil langkah untuk memperketat pengawasan ekspor komoditas strategis guna mengurangi praktik penghindaran pajak. Kebijakan tersebut memicu aksi jual pada saham-saham eksportir.

Editor: Irdiya Setiawan 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Panin Dai- ichi Life Bayar Klaim Rp 1 Miliar Kepada Perwakilan Ahli Waris di Medan
Next Post BI Siapkan Aturan Turunan Usai UU P2SK Disahkan Demi Perkuat Stabilitas Ekonomi RI!

Member Login

or