1
1

Bank Mandiri (BMRI) Catat NPL Membaik Jadi 0,98% di Semester I/2026

Gedung Bank Mandiri. | Foto: Bank Mandiri

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri menyatakan seluruh ekspansi bisnis yang dijalankan diimbangi pengelolaan kualitas aset yang disiplin. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross bank only terjaga di level 0,98 persen atau membaik 10 bps secara tahunan (YoY) di kuartal II.

Sejalan dengan itu, Cost of Credit (CoC) juga menurun menjadi 0,52 persen per Juni 2026 atau membaik satu bps YoY, mencerminkan kualitas penyaluran kredit yang tetap terjaga di tengah pertumbuhan bisnis.

Ketahanan tersebut semakin diperkuat oleh pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio bank only sebesar 242 persen, sehingga memberikan ruang yang kuat bagi perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan sekaligus menjaga resiliensi terhadap dinamika pasar ke depan.

Guna memastikan setiap ekspansi yang dilakukan telah mengantisipasi dinamika pasar, Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengungkapkan, Bank Mandiri disiplin menerapkan manajemen risiko yang ketat sebagai bentuk prudential banking atau prinsip kehati-hatian perbankan.

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Sebut Rasio BOPO Terjaga di 57,6% di Semester I/2026

|Baca juga: Sequis Life Perkuat Pemberdayaan Wirausaha Perempuan Lewat SHEPRENEUR Learning Series

“Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga. Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” ungkap Danis, dalam Public Expose Kuartal II 2026 Bank Mandiri, di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Pada saat yang sama, ekspansi kredit yang terjaga kualitasnya ini turut diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas pemerintah yang berdampak langsung ke sektor riil dan masyarakat luas di seluruh negeri.

Bank berkode emiten BMRI ini mencatatkan penyaluran kredit bank only sebesar Rp1.592 triliun per Juni 2026 atau tumbuh 19,9 persen secara tahunan, melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri yang sebesar 12,7 persen YoY per Juni 2026, menurut data Bank Indonesia (BI).

Pertumbuhan intermediasi tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin sehat. Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.710 triliun atau tumbuh 17,1 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan DPK industri yang sebesar 10,2 persen YoY pada periode yang sama.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bank Mandiri (BMRI) Klaim Konsisten Integrasikan Prinsip ESG di Strategi dan Proses Bisnis
Next Post IFG Pangkas 12 Entitas, Danantara Soroti Risiko Salah Investasi!

Member Login

or