OJK Keluarkan Pedoman Terbaru Penyusunan RBB bagi Bank Umum

Media Asuransi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Surat Edaran (SE) OJK Nomor 12/SEOJK.03/2021 tentang Rencana Bisnis Bank Umum. SE ini ditujukan kepada direksi bank umum. SE ini ditetapkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, di Jakarta, 31 Maret 2021.

Dikutip Media Asuransi dari laman OJK, 31 Maret 2021, disebutkan bahwa latar belakang diterbitkan SEOJK RBB yaitu sebagai pedoman bagi Bank Umum Konvensional, selanjutnya disebut sebagai Bank Umum, dalam menyusun Rencana Bisnis secara matang, realistis, dan komprehensif. Hal ini dimaksudkan dapat mencerminkan kompleksitas bisnis Bank Umum dan adaptabilitas dengan perkembangan terkini sehingga dapat menjadi arah kebijakan serta pengembangan usaha Bank Umum.

Baca juga: OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025

OJK menilai, perkembangan ketentuan perbankan terkini menyebabkan perlunya perubahan cakupan, format, dan tata cara pelaporan Rencana Bisnis yang sebelumnya diatur pada SEOJK No.25/SEOJK.03/2016. Adapun penyempurnaan dalam SEOJK ini antara lain:

a. Penyampaian Rencana Bisnis, Laporan Realisasi Rencana Bisnis, dan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis secara daring melalui sistem pelaporan OJK (APOLO).

b. Penyesuaian format proyeksi laporan keuangan menjadi mengacu pada Laporan Bank Umum Terintegrasi.

c. Penyesuaian format berdasarkan kebutuhan pengawasan terkini, antara lain perubahan rasio dan jenis kegiatan usaha yang menjadi fokus rencana pemberian kredit (berfokus pada sektor dan/atau produk tertentu).

d. Penyesuaian format rencana penerbitan produk dan/atau pelaksanaan aktivitas baru yang menjadi bersifat strategis.

Sesuai Peraturan OJK mengenai Rencana Bisnis Bank, Bank Umum wajib menyampaikan Rencana Bisnis, Laporan Realisasi Rencana Bisnis, dan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis. Cakupan Rencana Bisnis paling sedikit meliputi:

a. Ringkasan eksekutif.

b. Kebijakan dan strategi manajemen.

c. Penerapan manajemen risiko dan kinerja bank saat ini.

d. Proyeksi laporan keuangan beserta asumsi yang digunakan.

e. Proyeksi rasio-rasio dan pos-pos tertentu lainnya.

f. Rencana pendanaan.

g. Rencana penanaman dana.

h. Rencana penyertaan modal.

i. Rencana permodalan.

j. Rencana pengembangan organisasi dan sumber daya manusia.

k. Rencana penerbitan produk dan/atau pelaksanaan aktivitas baru.

l. Rencana pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor.

m. Informasi lainnya.

Selanjutnya, pada SEOJK RBB ini diatur mengenai pedoman penyusunan Rencana Bisnis, Laporan Realisasi Rencana Bisnis, dan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis. Adapun cakupan dalam SEOJK ini bersifat minimum sehingga Bank Umum dapat memperluas cakupan sesuai dengan kebutuhan.

 Rencana Bisnis disampaikan secara daring melalui sistem pelaporan OJK (APOLO) sesuai dengan ketentuan OJK mengenai Pelaporan Bank Umum melalui Sistem Pelaporan OJK, yaitu sebagai berikut:

 

Nama Laporan

Periodisasi

Batas Waktu Penyampaian

Periode Pelaporan Pertama Kali melalui APOLO

Laporan Realisasi Rencana Bisnis

Triwulanan

30 April, atau

15 Mei bagi BUK yang system antar-kantornya belum secara daring dan memiliki lebih dari 100 (seratus) kantor cabang sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai rencana bisnis bank.

Maret 2021 (untuk Rencana Bisnis tahun 2021)

Laporan Pengawasan Rencana Bisnis

Semesteran

31 Agustus

Juni 2021 (untuk Rencana Bisnis tahun 2021)

Rencana Bisnis

Tahunan

30 November sebelum tahun Rencana Bisnis

Rencana Bisnis tahun 2022

Baca juga:

Dalam hal Bank Umum melakukan penyesuaian dan/atau perubahan atas Rencana Bisnis tahun 2021, Bank Umum menyampaikan penyesuaian dan/atau perubahan tersebut kepada OJK secara luring dengan format sebagaimana yang digunakan dalam penyusunan Rencana Bisnis tahun 2021. Edi

SEOJK 12-2021