Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah di akhir perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Tekanan jual saham terjadi di tengah peluang kenaikan bunga Federal Reserve dan juga jelang pengumuman reklasifikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
|Baca juga: IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.116
IHSG terpangkas 0,25 persen atau 15,35 poin ke 6.101,33. Total volume perdagangan saham di BEI sore ini mencapai 41,11 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 32,69 triliun. Ada 373 saham yang melemah jadi pemberat indeks, serta 282 saham yang menguat dan 160 saham yang stagnan.
Saham-saham Asia sebagian besar melemah dan harga minyak kembali menguat pada Selasa pagi setelah AS mencabut sanksi terhadap Iran. Indeks saham MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen.
|Baca juga: IHSG Diramal Sideways, BNI Sekuritas Sarankan 6 Saham Pilihan Berikut
Pelaku pasar mencemaskan adanya potensi kenaikan bunga The Fed yang ingin menurunkan inflasi AS ke angka 2 persen. Kenaikan bunga The Fed akan membuat investor ramai-ramai memegang dolar dan juga US Treasury.
Pelaku pasar juga mencermati pengumuman MSCI Annual Market Classification Review pada Selasa malam waktu AS atau Rabu dinihari WIB yang akan menentukan apakah Indonesia tetap di level emerging market atau frontier market.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

