1
1

Industri Modal Ventura Mulai Bangkit Meski Pertumbuhan Labanya Masih Seret

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan (PVML) OJK Agusman. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan industri modal ventura mulai menunjukkan perbaikan pada Mei 2026. Usai sebelumnya mengalami kontraksi, pembiayaan industri kembali tumbuh secara tahunan meski laba bersih masih menurun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pembiayaan modal ventura pada Mei 2026 meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

|Baca juga: Liburan Nyaman Tidak Hanya soal Tiket dan Itinerary, Proteksi Juga Penting

|Baca juga: Industri Asuransi Berpeluang Ketiban ‘Durian Runtuh’ Rp1 Triliun Akibat Inflasi Kesehatan

“Pembiayaan modal ventura pada Mei 2026 tercatat meningkat 0,09 persen tahun ke tahun menjadi sebesar Rp16,36 triliun,” ujar Agusman, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa, 7 Juli 2026.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Di sisi lain, kinerja profitabilitas industri masih menghadapi tekanan. OJK mencatat laba bersih modal ventura belum kembali ke level tahun sebelumnya. “Sementara laba bersih terkontraksi 5,01 persen tahun ke tahun menjadi Rp213,11 miliar,” katanya.

Meski demikian, OJK menilai prospek industri masih terbuka. Pergeseran pembiayaan ke sektor usaha yang lebih berkelanjutan dinilai menjadi salah satu peluang untuk mendorong pertumbuhan ke depan.

|Baca juga: Bos OJK Sebut Kanal Digital Jadi Pendorong Penting Pertumbuhan Industri Asuransi RI

|Baca juga: Mirae Asset: Faktor Eksternal Menentukan Arah Sentimen Pasar di Semester II/2026

“Kami melihat ruang pertumbuhan ke depan masih terbuka seiring pergeseran fokus pembiayaan ke pangsa usaha yang lebih berkelanjutan,” ujar Agusman.

Lebih lanjut, OJK juga mendorong perusahaan modal ventura memperkuat tata kelola dan manajemen risiko agar pertumbuhan industri tetap terjaga. Selain itu, perusahaan diminta lebih selektif dalam menyalurkan investasi untuk menjaga kualitas kinerja di tengah dinamika ekonomi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Kesepakatan Damai AS – Iran Batal, IHSG Ditutup di Zona Merah
Next Post Biar Klien Gak Kabur, APPARINDO Dorong Broker Agresif Tawarkan Dana Pensiun ke Nasabah

Member Login

or