1
1

HSBC Bidik Kebutuhan Pembiayaan Dunia Usaha Lewat Layanan TradeCash

Suasana peluncuran HSBC TradeCash. | Foto: HSBC Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – HSBC Indonesia meluncurkan layanan pembiayaan perdagangan digital HSBC TradeCash. Melalui layanan ini, para pelaku usaha dapat memperoleh modal kerja dengan mengajukan pendanaan berbasis faktur penjualan atau invoice secara digital.

Peluncuran layanan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan likuiditas pelaku usaha. Kebutuhan modal kerja dinilai semakin penting seiring tingginya aktivitas perdagangan dan ketidakpastian ekonomi global.

|Baca juga: Tugu Insurance (TUGU) Dilibatkan dalam Kajian Danantara soal Merger Asuransi BUMN

|Baca juga: Beban Klaim JKN Melonjak hingga Puluhan Triliun, BPJS Kesehatan Soroti Tren Inflasi Medis

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor Indonesia pada April 2026 mencapai US$25,30 miliar. Angka itu tumbuh 21,98 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar US$25,21 miliar atau meningkat 22,49 persen secara tahunan. Pertumbuhan perdagangan tersebut mendorong kebutuhan akses pembiayaan yang lebih cepat bagi dunia usaha.

Country Head Global Trade Solutions HSBC Indonesia Delia Melissa mengatakan akses modal kerja kini menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan untuk menjaga kelancaran bisnis.

“Di tengah volatilitas yang meningkat, siklus pembayaran panjang, dan kenaikan biaya operasional, akses terhadap modal kerja kini telah menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga likuiditas dan pertumbuhan,” ujar Delia dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Kamis, 25 Juni 2026.

“Kemudahan akses modal kerja menjadi faktor krusial yang menentukan daya saing, khususnya bagi pebisnis Indonesia yang sedang ekspansi pasar ekspor,” tambah Delia.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Menurut HSBC, banyak perusahaan menghadapi tantangan berupa siklus pembayaran yang mencapai 30 hari atau lebih. Kondisi tersebut berpotensi menahan arus kas dan meningkatkan tekanan likuiditas.

Survei HSBC terhadap 3.000 pebisnis dan investor menunjukkan 88 persen responden telah menyesuaikan alokasi modal mereka sebagai respons terhadap meningkatnya volatilitas. Sebanyak 89 persen responden juga memperbesar penempatan modal di pasar yang memiliki pertumbuhan lebih tinggi.

|Baca juga: Co-Payment 5% Resmi Berlaku, IndoRe Dorong Penguatan Knowledge Industri Asuransi Kesehatan

|Baca juga: BPJS Kesehatan Pastikan Tarif JKN ke Asuransi Tambahan Dibatasi Maksimal 250% dalam Skema KAPJ

Selain persoalan likuiditas, proses pembiayaan konvensional dinilai masih membebani perusahaan karena memerlukan pengelolaan dokumen yang cukup banyak.

Global Head of Trade HSBC Vivek Ramachandran mengatakan digitalisasi pembiayaan dapat membantu perusahaan memperoleh akses dana lebih cepat. “Dengan menghadirkan akses pendanaan yang cepat, kami membantu bisnis mengalihkan fokus dari pengelolaan dokumen ke pemenuhan pesanan, investasi, dan ekspansi,” jelasnya.

|Baca juga: IHSG Diramal Lanjutkan Pelemahan, Berikut 6 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

HSBC TradeCash melengkapi layanan trade finance digital yang sebelumnya telah dimiliki HSBC, termasuk solusi pembiayaan untuk pembayaran kepada pemasok dan kebutuhan perdagangan lainnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Ditutup Menguat ke 5.999

Member Login

or