1
1

Kredit BTN (BBTN) Tembus Rp418 Triliun, NPL Membaik ke Level 3%

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. | Foto: BTN

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp418,11 triliun hingga semester I/2026. Nilai tersebut tumbuh 11,2 persen secara tahunan dibandingkan dengan Rp376,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan kredit BTN terutama ditopang oleh segmen nonperumahan, terpantau outstanding kredit nonperumahan melonjak 46,1 persen menjadi Rp85,22 triliun dari Rp58,34 triliun pada Juni 2025.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kenaikan tersebut berasal dari ekspansi pembiayaan ke sejumlah sektor. Di antaranya pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, hingga ritel.

BTN juga memperluas pembiayaan kendaraan bermotor melalui kerja sama dengan perusahaan multifinance. Langkah itu menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis di luar pembiayaan perumahan.

“Strategi beyond mortgage tidak berarti meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi melengkapinya sehingga nasabah BTN bisa mengakses kredit dari masa produktif hingga masa pensiun,” ujar Nixon, dalam paparan kinerja perseroan di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

|Baca juga: Berikut 6 Rekomendasi Saham Pilihan saat IHSG Diprediksi Rentan Koreksi

Meski demikian, kredit perumahan masih menjadi kontributor terbesar portofolio BTN. Hingga Juni 2026, nilainya mencapai Rp332,88 triliun atau naik 4,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Di dalam segmen tersebut, outstanding KPR subsidi tumbuh 8,1 persen menjadi Rp196,96 triliun. Pada periode yang sama, BTN juga telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp4,1 triliun sejak diluncurkan pada Oktober 2025.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) gross membaik menjadi tiga persen. Angka tersebut turun dari 3,3 persen pada Juni 2025. Sementara itu, rasio Loan At Risk (LAR) juga menurun menjadi 18,6 persen dari sebelumnya 20,2 persen.

|Baca juga: Citi Luncurkan Tokenized Depositary Receipts untuk Menghubungkan Perusahaan Tertutup dan Investor

BTN melanjutkan strategi diversifikasi melalui akuisisi portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Tahap pertama senilai sekitar Rp12,6 triliun telah rampung, sedangkan tahap kedua senilai sekitar Rp7,34 triliun ditargetkan selesai pada kuartal III/2026.

Melalui strategi tersebut, BTN menargetkan porsi kredit nonperumahan meningkat hingga sekitar 30 persen dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan. Langkah ini diharapkan membuat struktur bisnis perseroan menjadi lebih seimbang.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Berikut 6 Rekomendasi Saham Pilihan saat IHSG Diprediksi Rentan Koreksi
Next Post Kantongi Dana SAL Rp38 Triliun, Bos BTN (BBTN) Bilang Pengembalian Bertahap Sedang Disiapkan

Member Login

or