1
1

Avrist Asset Management Bidik AUM Tembus Rp5 Triliun di 2026

Ilustrasi. | Foto: Avrist Asset Management

Media Asuransi, JAKARTA – PT Avrist Asset Management (AVRAM) menargetkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) menembus lebih dari Rp5 triliun hingga akhir 2026. Hingga Agustus 2026, AUM perseroan telah mencapai sekitar Rp3,7 triliun.

Dengan capaian tersebut, AVRAM masih memiliki waktu sekitar empat bulan untuk mengejar target yang telah ditetapkan.

Direktur Avrist Asset Management Agus Sugianto mengatakan target AUM perseroan masih bersifat dinamis dan cukup menantang. Meski demikian, manajemen belum melakukan revisi karena menilai target tersebut masih realistis untuk dicapai hingga akhir tahun.

“Kami belum melakukan revisi terhadap target tersebut karena menilai pencapaiannya masih cukup realistis hingga akhir tahun. Kalau target dari sisi internal cukup agresif ya, di atas Rp5 triliun. Saat ini sekitar Rp3,7 triliun per Agustus,” ujar Agus, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Untuk mengejar target tersebut, AVRAM akan memperkuat strategi melalui pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan investor. Perseroan juga berupaya menjaga daya saing produk di tengah semakin beragamnya pilihan instrumen investasi di pasar.

|Baca juga: Akhirnya Buka Suara, Ini Pesan Perry Warjiyo untuk Destry Damayanti Cs

|Baca juga: Ucap Sumpah Jabatan di MA, Destry Damayanti Resmi Jabat Gubernur Bank Indonesia

“Pada dasarnya sebenarnya kalau di industri aset yang utama tentu strategi produk, produk bagaimana menyesuaikan dengan kebutuhan investor,” kata Agus.

Selain memperkuat produk, AVRAM akan meningkatkan penetrasi penjualan dan pemasaran melalui kanal direct sales maupun selling agent. Perseroan juga telah menambah sejumlah selling agent dan akan terus memperluas jaringan distribusi untuk menjangkau lebih banyak investor.

Dari sisi produk, AVRAM melihat instrumen pasar uang menjadi salah satu lini yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan sepanjang tahun ini. Pergeseran minat investor tersebut terjadi ketika sejumlah produk pendapatan tetap menghadapi tekanan.

“Kalau dari produk yang tadi seperti saya sampaikan, yang cukup tumbuh di tahun ini, mengikuti market juga sebenarnya banyak ke pasar uang,” ujar Agus.

AVRAM juga tengah mengeksplorasi peluang pengembangan produk investasi alternatif, termasuk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas. Produk tersebut belum masuk dalam rencana bisnis 2026, tetapi perseroan sedang mengkaji dan mempelajarinya untuk kemungkinan dikembangkan pada tahun depan.

“Kita sedang mengeksplorasi dan masih mempelajari, menganalisa, karena tentu ada prioritas-prioritasnya juga,” tutur Agus.

Menurut Agus, ETF emas berpotensi menjadi produk menarik bagi investor karena memberikan kemudahan untuk memperoleh eksposur terhadap emas tanpa harus memegang emas secara fisik. Selain itu, instrumen tersebut berbentuk efek yang diperdagangkan di pasar sehingga memberikan likuiditas bagi investor.

“Harusnya ini satu produk yang menarik buat investor, karena memudahkan kalau investor beli instrumen investasi emas tanpa harus memegang dalam bentuk efek. Dan itu sangat likuid juga di market,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post PT Summit Oto Finance Resmi Merger dan Lebur PT Oto Multiartha
Next Post Avrist Perkuat Kualitas Agen Asuransi Lewat Sertifikasi Profesi

Member Login

or