1
1

Avrist General Insurance Bukukan Premi Rp239 Miliar di Semester I/2026

Ilustrasi. | Foto: Avrist General Insurance

Media Asuransi, JAKARTA – PT Avrist General Insurance mencatat kinerja positif sepanjang semester I/2026. Hingga Juni 2026, perusahaan membukukan pendapatan premi Rp239 miliar dengan laba setelah pajak mencapai Rp6 miliar.

Direktur Utama Avrist General Insurance Dwi Wahyuni mengatakan kondisi keuangan perusahaan masih terjaga dengan baik hingga paruh pertama tahun ini. Selain premi dan laba, posisi ekuitas perusahaan juga tercatat solid.

“Per Juni 2026, kami berhasil membukukan premi di Rp239 miliar. Kemudian total equity di Rp232 miliar dan profit after tax di Rp6 miliar,” ujar Dwi, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Dwi menjelaskan, dari sisi permodalan, Avrist General Insurance juga memiliki tingkat Risk Based Capital (RBC) sebesar 210 persen per Juni 2026. Angka tersebut berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator sebesar 120 persen.

Sementara itu, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp906 miliar. Dari struktur kepemilikan, Avrist Assurance menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 99,65 persen, sedangkan PT Binadana HaHaDe memiliki 0,35 persen saham.

“Pemegang saham kami terdiri dari Avrist Assurance itu 99,65 persen dan PT Binadana HaHaDe di 0,35 persen,” bebernya.

|Baca juga: OCBC One Connect 2026 Buka Peluang Kolaborasi Bisnis Indonesia–China

|Baca juga: Bank DBS Indonesia Resmi Jadi Pemegang Saham Pengendali DBS Vickers Sekuritas Indonesia

|Baca juga: Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun di Semester I/2026, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja

Dari sisi bisnis, Avrist General Insurance tidak hanya mengandalkan asuransi kendaraan bermotor. Perusahaan juga tengah memperluas portofolionya melalui sejumlah produk asuransi untuk berbagai kebutuhan.

Beberapa lini yang dikembangkan antara lain asuransi properti dan marine cargo. Perusahaan juga memiliki produk engineering, personal accident, serta casualty insurance yang mencakup perlindungan seperti asuransi keuangan dan penggelapan.

“Saat ini kami memang sedang mengembangkan marine cargo, engineering, personal accident insurance, casualty insurance itu bisa terdiri dari asuransi keuangan, asuransi penggelapan, dan baru-baru ini minggu lalu kami me-launch e-travel,” jelasnya.

Selain itu, Avrist General Insurance menawarkan third party liability yang mencakup public liability dan workmen compensation. Pengembangan berbagai produk tersebut dilakukan untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat distribusi. Perusahaan memanfaatkan sejumlah kanal pemasaran, termasuk broker dan agency.

“Produk-produk tersebut kami dapatkan dari distribution channel melalui broker, melalui agency di mana kami memang awal dari awal itu kuat di agency,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Avrist Perkuat Kualitas Agen Asuransi Lewat Sertifikasi Profesi
Next Post 5 Perusahaan Asuransi dan 7 Rumah Sakit Teken MoU KAPJ

Member Login

or