Media Asuransi, JAKARTA – PT Avrist Assurance optimistis bisnis asuransi kesehatan masih memiliki prospek yang baik. Optimisme tersebut didukung oleh kualitas bisnis yang semakin membaik dan rasio klaim yang mulai terkendali.
Pjs Presiden Direktur sekaligus Direktur Keuangan Avrist Assurance Agus Setiawan mengatakan tren klaim asuransi kesehatan perusahaan menunjukkan perkembangan positif. Kondisi ini menjadi salah satu alasan Avrist melihat asuransi kesehatan tetap dapat menjadi penopang bisnis perusahaan.
“Itu kita lihat bahwa tren klaimnya itu membaik,” ujar Agus, dalam konferensi pers Avrist di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Agus, kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan masih tinggi. Karena itu, asuransi kesehatan menjadi salah satu produk yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan premi Avrist.
|Baca juga: Akhirnya Buka Suara, Ini Pesan Perry Warjiyo untuk Destry Damayanti Cs
|Baca juga: Ucap Sumpah Jabatan di MA, Destry Damayanti Resmi Jabat Gubernur Bank Indonesia
Ia menilai perlindungan kesehatan tidak hanya dibutuhkan untuk menghadapi risiko biaya pengobatan, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan keuangan masyarakat.
“Kita berharap memang ini salah satu kontributor premi kita yang terbesar karena kita lihat memang asuransi kesehatan itu senantiasa salah satu yang dibutuhkan masyarakat untuk proteksi untuk segala macam hal seperti financial planning dan sebagainya,” kata Agus.
Agus mengapresiasi upaya regulator dan berbagai pihak dalam membenahi tata kelola industri asuransi kesehatan. Salah satunya melalui pengaturan dan koordinasi yang melibatkan perusahaan asuransi serta rumah sakit.
“Kita bersyukur para regulator juga bekerja sama keras menegosiasi, mengatur kembali tata kelola dengan rumah sakit dan sebagainya,” kata Agus.
Direktur Bisnis & IT Avrist Assurance Aldi Rinaldi mengatakan, secara industri, asuransi kesehatan masih menunjukkan pertumbuhan, baik dari sisi premi maupun klaim. Namun, premi terbesar masih berasal dari segmen kumpulan atau grup dibandingkan dengan nasabah individu.
Menurut Aldi, kondisi bisnis asuransi kesehatan kumpulan juga mulai membaik seiring meningkatnya kerja sama berbagai pihak dalam ekosistem kesehatan. Pihak yang terlibat antara lain rumah sakit, perusahaan asuransi, OJK, BPJS, hingga Kementerian Kesehatan.
“Sinergi dari semua stakeholder industri asuransi kesehatan, di mana ada rumah sakit, ada OJK di dalamnya sebagai regulator, dan kita sebagai perusahaan asuransi yang meng-cover asuransi kesehatan. Plus juga dari sisi keadaan kesehatannya, ada BPJS dan juga ada Kementerian Kesehatan,” ucap Aldi.
|Baca juga: Tak Cuma Nikel, Ini Sektor Baru yang Dibidik Pemerintah untuk Hilirisasi
|Baca juga: APPARINDO Gelar CEO Gathering, Ajak Pelaku Industri Terbuka Hadapi Perubahan
Aldi menambahkan penerapan Peraturan OJK (POJK) 36/2026 turut mendorong perusahaan asuransi memperbaiki pengelolaan produk kesehatan. Aturan tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang lebih baik sekaligus membuat biaya kesehatan lebih efisien.
Pemerintah juga memiliki target untuk mengurangi pengeluaran kesehatan yang harus dibayar langsung oleh masyarakat atau out of pocket. Menurut Aldi, kondisi tersebut menjadi peluang bagi perusahaan asuransi untuk mengambil peran lebih besar dalam membantu masyarakat menghadapi biaya kesehatan.
Dari sisi kinerja Avrist, pertumbuhan premi asuransi kesehatan tercatat cukup baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, Aldi menekankan pertumbuhan tersebut tetap harus diiringi dengan pengelolaan klaim yang sehat.
“Di Avrist sendiri kita bertumbuh (premi) dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan kita cukup bagus dari sisi asuransi kesehatan. Namun harus juga melihat dari sisi klaim,” ujarnya.
Saat ini, rasio klaim asuransi kesehatan Avrist secara keseluruhan berada di kisaran 75 persen hingga 80 persen. Sementara itu, khusus asuransi kesehatan kumpulan, rasio klaim berada di sekitar 74 persen.
“Kalau bicara grup itu ada medical, jiwa, segala macam, tapi secara medical kita di angka 74 persen. Jadi artinya bagus secara bisnis untuk asuransi kesehatan kumpulan,” tutup Aldi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

