Media Asuransi, JAKARTA – PT Avrist Assurance terus memperkuat kualitas tenaga pemasarannya melalui program sertifikasi profesi agen asuransi. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kompetensi agen sekaligus mendorong profesionalisme di industri asuransi jiwa.
Direktur Bisnis Avrist Assurance Aldi Rinaldi mengatakan saat ini terdapat sekitar 1.900 agen yang terdaftar di Avrist. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi tanggung jawab perusahaan untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas para agen.
“Sesuai dengan semangat dari industri asuransi, kita akan mengembangkan agen yang lebih profesional dan lebih berkualitas. Oleh karena itu, di asosiasi juga sekarang kita ada yang namanya sertifikasi,” ujar Aldi, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Aldi mengatakan asosiasi industri pada Agustus 2026 telah mendapatkan izin untuk menjalankan fungsi sebagai lembaga sertifikasi profesi. Dengan adanya sertifikasi tersebut, agen asuransi akan diarahkan untuk memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan.
|Baca juga: Tak Cuma Nikel, Ini Sektor Baru yang Dibidik Pemerintah untuk Hilirisasi
|Baca juga: APPARINDO Gelar CEO Gathering, Ajak Pelaku Industri Terbuka Hadapi Perubahan
Sementara Avrist telah menjalankan berbagai program pengembangan agen, baik melalui program internal perusahaan maupun bekerja sama dengan asosiasi industri.
“Saat ini kita ada di angka 1.900-an agen yang terdaftar di Avrist. Tentunya angka ini menjadi satu bentuk tanggung jawab Avrist juga tentang bagaimana meningkatkan kualitas dari agen-agen tersebut,” katanya.
Di sisi lain, Avrist juga mencermati potensi dampak bencana terhadap bisnis asuransi jiwa. Hingga saat ini, perusahaan belum menerima pengajuan klaim dalam jumlah signifikan yang berkaitan dengan bencana.
Aldi mengatakan, Avrist bersama asosiasi industri masih melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya klaim akibat bencana. Koordinasi tersebut dinilai penting apabila jumlah klaim yang muncul nantinya cukup besar.
“Secara asuransi jiwa, kita saat ini belum ada permintaan klaim yang signifikan terkait bencana. Kami sedang berkoordinasi, di asosiasi juga sedang koordinasi,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

