Media Asuransi, JAKARTA — Seiring semakin dekatnya tenggat waktu pemisahan unit usaha syariah (spin-off) pada 2026, industri asuransi syariah memasuki fase krusial dalam proses transformasi kelembagaan.
Untuk membantu perusahaan anggota memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan regulator, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menggelar Workshop Fit and Proper Test sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan pelaku industri menghadapi proses spin-off. Acara diselenggarakan oleh AASI di Jakarta, 19 Juni 2026.

Workshop ini merupakan agenda perdana AASI dan mendapatkan antusiasme tinggi melalui 51 peserta yang berasal dari 11 perusahaan anggota. Para peserta terdiri atas calon direksi, calon komisaris, calon kepala audit internal, calon aktuaris, serta calon pemegang saham pengendali yang akan mengikuti Fit and Proper Test di hadapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari proses perizinan.
|Baca juga: Bos Indonesia Re: Industri Asuransi Syariah Perlu Fokus Benahi Tantangan Internal
Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, AASI menghadirkan para narasumber yang merupakan Tim Penilai Kemampuan dan Kepatutan Perwakilan AASI di OJK, yaitu Rudy Kamdani, Direktur Kepatuhan PT AXA Mandiri Financial Services, At Yaltha, Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), serta R. Arry Bagoes Wibowo, Chief Legal, Compliance and Risk Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.
|Baca juga: IIS Ungkap Tantangan Baru Asuransi Syariah di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Melalui sesi berbagi pengalaman dan diskusi interaktif, para narasumber membekali peserta mengenai aspek-aspek yang menjadi perhatian dalam proses Fit and Proper Test.
Dalam sambutannya, Kepala Departemen Human Capital AASI, Mudzakir, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan sarana pembekalan bagi para peserta sebelum mengikuti proses penilaian di OJK.
|Baca juga: Pangsa Pasar Asuransi Syariah Masih Mini, OJK: Peluangnya Besar yang Belum Digarap!
“Ibarat manasik haji, hari ini kami memfasilitasi Bapak dan Ibu untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi Fit and Proper Test. Workshop ini bukan jaminan kelulusan, melainkan bekal agar peserta lebih memahami proses, materi, serta ekspektasi dalam penilaian. Keberhasilan tetap bergantung pada kesiapan dan kompetensi masing-masing individu,” ujar Mudzakir dalam keterangannya, Senin, 22 Juni 2026.
Harapannya workshop ini dapat menjadi wadah diskusi dan berbagi pengalaman lintas perusahaan anggota AASI, sehingga para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses Fit and Proper Test sekaligus memperkuat kesiapan perusahaan dalam menghadapi tahapan spin-off.
Terkait inisiatif ini, Ketua Umum AASI, Fauzi Arfan, menyampaikan bahwa AASI akan terus mendorong penguatan kesiapan industri dalam menghadapi transformasi yang diatur oleh regulator.
“Ke depan, AASI akan terus mendorong kesiapan perusahaan anggota, khususnya dalam menghadapi proses penilaian regulator, agar tahapan spin-off dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Fauzi Arfan.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

