1
1

Indonesia Re Bahas Data Intelligence & Inovasi Transfer Risiko di Treaty Forum 2026

Direktur Teknik Operasi Indonesia Re Delil Khairat. | Foto: Indonesia Re

Media Asuransi, SUMBA – PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re dalam rangka memperkuat sinergi dan membangun kolaborasi dengan para pelaku industri asuransi menyelenggarakan kegiatan Treaty Forum 2026 di Sumba, Nusa Tenggara Timur, pada 27–29 Agustus 2026.

Kegiatan yang dihadiri 25 perusahaan ceding ini memfasilitasi para pelaku industri asuransi dan reasuransi untuk berbagi pengalaman dan kabar terkini. Ini merupakan ajang berbagi pengalaman, bertukar wawasan, dan mendiskusikan perkembangan terkini industri asuransi dan reasuransi demi mendorong kolaborasi serta pertumbuhan yang berkelanjutan.

|Baca juga: Indonesia Re : Tata Kelola yang Adaptif jadi Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan Industri Reasuransi

Melalui Treaty Forum 2026, Indonesia Re berharap hubungan strategis dengan para ceding companies dapat semakin kuat, sekaligus menciptakan ruang kolaborasi untuk menghadirkan solusi reasuransi yang mampu menjawab kebutuhan industri secara berkelanjutan.

Diselenggarakan atas kerja sama dengan AON, forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi teknis, tetapi juga momentum mempererat kemitraan jangka panjang di tengah lanskap industri asuransi dan reasuransi yang terus berubah.

Direktur Teknik Indonesia Re, Delil Khairat, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya Indonesia Re untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan kolaboratif dengan para mitra, terutama di tengah dinamika industri asuransi dan reasuransi yang terus berkembang.

|Baca juga: Indonesia Re Dorong Optimalisasi Kapasitas Nasional untuk Tekan Defisit Neraca Pembayaran Sektor Asuransi

“Kami melihat dinamika industri saat ini sebagai ruang untuk terus berbenah dan mencari peluang pertumbuhan bersama. Tantangan yang ada justru mendorong kami untuk semakin memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko melalui pemanfaatan data dan teknologi, serta menghadirkan solusi reasuransi yang semakin relevan dan berkelanjutan bagi kebutuhan industri,” ujar Delil dalam keterangan resmi yang diterima Media Asuransi, 15 September 2026.

Menurut Delil, industri asuransi Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. Dengan populasi yang besar dan momentum bonus demografi, peningkatan penetrasi serta kontribusi industri asuransi terhadap perekonomian nasional menjadi peluang yang perlu terus didorong secara bersama-sama.

|Baca juga: Fitch: Penurunan Harga Renewal Reasuransi Bakal Berlanjut

“Dalam beberapa tahun terakhir, penetrasi asuransi masih berada di bawah dua persen. Artinya, ruang untuk bertumbuh masih sangat luas. Bagi kami, ini bukan hanya sebuah tantangan, tetapi juga peluang. Dengan memperkuat kapasitas, kualitas data, dan kolaborasi antara perusahaan asuransi dan reasuransi, kami optimistis industri dapat bergerak menuju pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari menghadapi upcoming Treaty Renewal 2027, Indonesia Re secara umum melanjutkan kebijakan underwriting yang telah diterapkan dalam tiga tahun terakhir dengan memberikan perhatian pada struktur treaty, pricing, akumulasi risiko, serta administrasi treaty. Tentunya kebijakan tersebut juga akan diselaraskan dengan kondisi pasar dan kinerja masing-masing ceding company.

Langkah ini menjadi penting mengingat bisnis Treaty merupakan long-term relationship dan partnership dengan dinamika performance yang perlu dikelola secara disiplin, begitu juga dengan bisnis Facultative.

“Ke depan, kami tidak hanya melihat bagaimana mempertahankan bisnis yang sudah berjalan, tetapi juga bagaimana memastikan setiap portofolio dapat memberikan kontribusi yang optimal. Pendekatan yang lebih selektif, berbasis data dan analytics, akan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas portofolio sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru,” jelas Delil.

Editor : Wahyu Widiastuti

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Sompo Indonesia Alihkan Portofolio ke Sompo Syariah
Next Post IHSG Ditutup Melemah Tajam

Member Login

or