Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di industri asuransi jiwa. Komitmen diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Tata Consultancy Services (TCS) Indonesia, dalam pengembangan sistem sertifikasi yang selaras dengan standar BNSP bagi LSP AAJI serta AAJI Learning Management System (LMS).
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menyampaikan, AAJI ingin membangun ekosistem sertifikasi dan pembelajaran yang mudah diakses serta mampu menjawab kebutuhan industri asuransi jiwa yang terus berkembang.
|Baca juga: AAJI Kolaborasi Lintas Bidang untuk Perkuat SDM Industri Asuransi Jiwa
‘’Kami juga terus memperluas program pengembangan kepemimpinan bertaraf internasional untuk membantu perusahaan asuransi mempersiapkan talenta dan pemimpin masa depan. Oleh karena itu, dukungan TCS Indonesia dan LIMRA-LOMA merupakan bagian dari upaya AAJI untuk mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme SDM industri secara berkelanjutan,” jelas Albertus dalam keterangannya, Selasa, 15 September 2026.
AAJI menggandeng (TCS Indonesia untuk mendukung pengembangan dan implementasi Sistem Sertifikasi yang selaras dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi LSP AAJI serta AAJI Learning Management System. Inisiatif ini didukung oleh TCS iON, platform digital TCS untuk pembelajaran, asesmen, sertifikasi, dan pengembangan tenaga kerja.
|Baca juga: AAJI: Kapasitas Pengelolaan Dana Jangka Panjang Asuransi Jiwa Tetap Terjaga
Dalam kerja sama ini, TCS Indonesia juga berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) untuk mendukung penyelenggaraan sertifikasi digital yang selaras dengan BNSP. Kolaborasi menggabungkan kapabilitas TCS iON dengan ekosistem digital dan jangkauan IOH untuk menghadirkan solusi yang dapat mendukung sertifikasi profesional dalam skala besar.
Saat ini anggota AAJI terdiri dari 56 perusahaan asuransi jiwa dan 6 perusahaan reasuransi, yang merupakan perusahaan nasional dan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Dengan total tenaga pemasar pada Semester I 2026 mencapai 226.088 orang, AAJI akan memanfaatkan platform digital untuk mendukung pelaksanaan sertifikasi, perizinan, serta pengembangan profesional berkelanjutan.
Platform terintegrasi ini diharapkan dapat menyederhanakan proses, memperluas akses terhadap pembelajaran terstruktur, dan meningkatkan efisiensi pengujian kompetensi bagi para profesional asuransi. Kolaborasi AAJI, TCS Indonesia, dan IOH diharapkan dapat meningkatkan standar profesional serta mendukung pengembangan tenaga kerja yang lebih terampil dan tersertifikasi di industri asuransi jiwa Indonesia.
Director & Country Head, TCS Indonesia, Badrinathan Subramanian, mengatakan, seiring dengan semakin banyaknya organisasi yang mencari pendekatan yang agile dan berbasis teknologi dalam pengembangan tenaga kerja, ekosistem sertifikasi dan pembelajaran digital menjadi enabler yang semakin penting bagi pertumbuhan.
”Melalui solusi asesmen dan pembelajaran, kami berharap dapat mendukung AAJI dalam membangun platform yang siap menghadapi masa depan dan memberdayakan para profesional di seluruh sektor asuransi jiwa Indonesia,” ujar Badrinathan.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
