Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) mencatat kinerja yang solid sepanjang 2025. Sebagai cerminan dari fundamental tersebut, pada akhir Desember 2025 total aset mencapai Rp66,17 triliun.
Pada periode yang sama, perusahaan juga mempertahankan rasio pencapaian solvabilitas (RBC) sebesar 650 persen, jauh melebihi ambang batas yang ditentukan regulator sebesar 120 persen.
|Baca juga: Lebih dari 200 Relawan Manulife Indonesia Beraksi dalam Global Impact Week Perdana
Dari sisi profitabilitas, Manulife Indonesia membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,28 triliun, naik 161,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp3,97 triliun serta peningkatan pendapatan investasi, termasuk PAYDI mencapai Rp5,09 triliun.
Kinerja tersebut juga mencerminkan penguatan bisnis inti perusahaan. Pada 2025, hasil jasa asuransi bersih tercatat sebesar Rp299,77 miliar. Secara keseluruhan, hasil asuransi dan investasi bersih mencapai Rp1,28 triliun, dan laba komprehensif sebesar Rp859,4 miliar.
|Baca juga: PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Kinerja Terbaik dari Unitlink Global
Komitmen Manulife Indonesia dalam memberikan perlindungan kepada nasabah tercermin dalam beban jasa asuransi sebesar Rp3,68 triliun sepanjang 2025, mencakup klaim asuransi jiwa, kesehatan, serta biaya terkait layanan asuransi.
Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati, mengatakan, tahun 2025, bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia, perusahaan membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung oleh pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat.
‘’Capaian ini menegaskan ketahanan bisnis kami, kepercayaan nasabah, serta komitmen kami untuk terus melindungi keluarga Indonesia dalam jangka panjang,” kata dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

