Media Asuransi, JAKARTA – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) membatasi alokasi investasi di pasar saham domestik dan memperkuat diversifikasi portofolio ke pasar global di tengah volatilitas pasar modal Indonesia, termasuk perhatian investor terhadap isu indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
CEO & President Director MSIG Life Wianto Chen mengatakan perseroan tetap berinvestasi di pasar saham Indonesia, tetapi dengan porsi yang terbatas. Perusahaan juga memantau perkembangan pasar domestik secara ketat untuk mengantisipasi dampaknya terhadap kinerja investasi.
“Meskipun perusahaan berinvestasi di pasar ekuitas Indonesia, jumlahnya tetap dibatasi secara pruden melalui seleksi risiko yang tepat, di mana porsi alokasi ke pasar ekuitas domestik dijaga tetap kecil,” ujar Wianto, dalam paparan kinerja MSIG Life di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.
Dalam menghadapi kondisi pasar yang berfluktuasi, MSIG Life mengandalkan diversifikasi investasi, termasuk melalui penempatan dana di pasar saham global. “Volatilitas pasar domestik tentu berdampak negatif terhadap profit, sehingga kita memonitor pasar domestik secara ketat,” kata Wianto.
Menurut dia, investasi di pasar saham global dapat membantu mengimbangi potensi kerugian maupun keuntungan dari portofolio domestik. MSIG Life juga mengutamakan penempatan dana pada instrumen yang lebih stabil, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi pemerintah.
|Baca juga: Kredit BCA (BBCA) Tembus Rp1.063 Triliun per September 2026, Naik 12,6%
Strategi investasi tersebut turut memperhitungkan kesesuaian durasi aset dengan kewajiban perusahaan kepada pemegang polis atau asset liability matching. Selain itu, MSIG Life memperkuat likuiditas dan mempertimbangkan diversifikasi investasi ke pasar luar negeri.
|Baca juga: OJK Blak-blakan Ungkap Kelemahan Pasar Modal RI di Mata MSCI
|Baca juga: Transformasi Layanan Pupuk dan Peranan Asuransi Menjaga Ketahanan Petani
“Untuk dana perusahaan sendiri, alokasi dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kebutuhan likuiditas, meningkatkan posisi kas, serta mendiversifikasi portofolio, termasuk pertimbangan ke pasar offshore melihat pertumbuhan ekuitas luar negeri yang kuat dan faktor mata uang,” ujar Wianto.
Dinamika pasar saham juga memengaruhi pengelolaan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink. Wianto mengatakan perusahaan melihat adanya pergeseran alokasi dana nasabah dari instrumen ekuitas menuju kas dan pendapatan tetap.
“Jika sebelumnya porsi ekuitas di unitlink dominan, sekarang terlihat bergeser ke dana kas dan pendapatan tetap sehingga menjadi lebih seimbang,” katanya.
Untuk merespons perubahan tersebut, MSIG Life melakukan komunikasi dan edukasi kepada nasabah serta menyediakan fasilitas pengalihan dana atau switching sesuai profil risiko masing-masing nasabah.
Wianto menilai unitlink merupakan produk jangka panjang sehingga kinerjanya perlu dilihat sesuai dengan horizon investasi nasabah. “Unitlink merupakan produk jangka panjang, dan secara historis kita berharap unitlink akan pulih secara jangka menengah dan panjang,” tutupnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

