1
1

Pendapatan Bunga Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 7,08% Jadi Rp 97,3 Triliun di Kuartal III/2026

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri mencatat pendapatan bunga tumbuh 7,08 persen secara tahunan menjadi Rp97,3 triliun hingga September 2026. Sementara pendapatan nonbunga meningkat 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menjelaskan kenaikan pendapatan bunga dan nonbunga dapat terjadi karena didukung oleh pertumbuhan kredit dan peningkatan transaksi nasabah. Kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026, tumbuh 16 persen secara tahunan (YoY).

Pendapatan bunga bersih juga tumbuh 6,2 persen menjadi Rp61,2 triliun, sehingga total pendapatan bank only meningkat 8,54 persen menjadi Rp90,6 triliun. Penguatan pendapatan tersebut diikuti penurunan biaya operasional sebesar 9,03 persen menjadi Rp32,7 triliun.

“Pendapatan kami terus tumbuh seiring pertumbuhan kredit dan meningkatnya transaksi nasabah. Kami melihat fee-based income menjadi penopang penting untuk menjaga pertumbuhan laba,” kata Novita, dalam konferensi pers Paparan Kinerja Kuartal III 2026 Bank Mandiri, di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.

Semakin aktif nasabah bertransaksi, ia menambahkan, semakin besar pendapatan berulang yang bisa dibangun. Karena itu, BMRI terus memperkuat layanan untuk memenuhi lebih banyak kebutuhan transaksi nasabah.

|Baca juga: Baru 20 DPLK Kelola Dana Kompensasi Pascakerja, OJK Siapkan Aturan Baru

|Baca juga: OJK Buka Suara soal Peluang Bisnis Asuransi dari Booming Data Center

“Di saat yang sama, operasional kami juga semakin efisien. Kombinasi ini yang terus kami perkuat agar pertumbuhan laba tetap terjaga,” ujar Novita.

Peningkatan produktivitas tersebut turut tercermin pada Cost to Income Ratio (CIR) bank only yang membaik menjadi 36,1 persen, dari 43 persen setahun sebelumnya. Sementara itu, Return On Equity (ROE) mencapai 23,6 persen dan Return On Assets (ROA) sebesar 2,99 persen.

Sejalan dengan penguatan profitabilitas, kualitas aset tetap menjadi perhatian dalam setiap ekspansi kredit. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) bruto bank only membaik menjadi 0,98 persen per September 2026, dari 1,03 persen setahun sebelumnya.

Ketahanan portofolio juga didukung NPL coverage ratio bank only sebesar 243 persen, dengan cost of credit sebesar 0,55 persen. Pada saat yang sama, rasio kredit dalam perhatian khusus atau Special Mention Loan (SML) bank only turun menjadi 2,88 persen, dari 3,35 persen setahun sebelumnya.

Pada segmen korporasi, NPL tercatat 0,30 persen, sementara NPL kredit ekosistem turunan berada pada 0,90 persen. Di sisi lain, pertumbuhan bisnis tersebut turut didukung permodalan yang terjaga, dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) bank only sebesar 18,4 persen per September 2026.

“Dengan fundamental keuangan yang sehat serta layanan yang semakin terintegrasi, kami optimistis Bank Mandiri dapat terus mendukung aktivitas ekonomi dan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat,” tutup Novita.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Manulife Perkuat Inklusi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas melalui Program Inclusion for All
Next Post Permata Bank: Wealth Management Fokus Jaga Kekayaan hingga Mempersiapkan Generasi Berikutnya

Member Login

or