Media Asuransi, JAKARTA ─ Marsh (NYSE: MRSH), perusahaan layanan profesional global merilis laporan Employee Engagement 2026 di Indonesia. Laporan ini menunjukkan bahwa karyawan di negeri ini merasa bangga, terhubung, dan termotivasi dalam bekerja.
Bagi perusahaan atau para pemberi kerja, temuan ini menyampaikan pesan yang jelas: keunggulan employee engagement di Indonesia memang nyata, tapi untuk menjaganya akan sangat bergantung pada langkah para pemimpin ke depan.
Skor employee engagement di Indonesia secara keseluruhan berada pada 85 persen pada 2026, sedikit turun dari 86 persen pada 2025. Angka ini masih jauh di atas Asia Tenggara mencapai 73 persen dan global di angka 69 persen. Keunggulan ini mencerminkan tenaga kerja yang memiliki ikatan kuat, meski tekanan sehari-hari menuntut perhatian lebih terhadap kejelasan arah dan keleluasaan dalam bekerja.
|Baca juga: Employee Benefit Jadi Pilar Stabilitas Bisnis di Tengah Dinamika Global 2026
“Yang menonjol dari temuan tahun ini adalah betapa eratnya ikatan karyawan Indonesia dengan perusahaan tempat mereka bekerja,” kata Presiden Direktur dan Workforce and Rewards Leader, Marsh Indonesia Isdar Andre Marwan, dalam keterangannya, Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurutnya, rasa bangga dan memiliki bukan sekadar perasaan, karena keduanya memengaruhi cara orang hadir, berkolaborasi, dan berkomitmen terhadap pekerjaan mereka setiap hari. Peluang yang ada saat ini adalah menyeimbangkan ikatan tersebut dengan kejelasan dan dukungan yang dibutuhkan karyawan agar terus berkembang.
Keyakinan terhadap masa depan perusahaan merupakan pendorong utama employee engagement di Indonesia, diikuti oleh peluang untuk mencapai aspirasi karier jangka panjang. Artinya, ketika organisasi menyampaikan arah perusahaan dengan yakin dan membantu karyawan melihat masa depan mereka di perusahaan, maka engagement akan mengikuti.
|Baca juga: OJK Sebut Pekerja Formal Belum Tentu Aman Hadapi Masa Pensiun
Karyawan juga merasa didukung dengan baik dalam menghadapi perubahan. Sebanyak 93 persen mengatakan bahwa atasan mereka menjelaskan dengan jelas bagaimana perubahan di perusahaan memengaruhi pekerjaan mereka, dibandingkan di Asia Tenggara 81 persen.
Ini menunjukkan bahwa komunikasi soal perubahan sudah tersampaikan dengan baik di tingkat tim. Temuan ini juga menunjukkan dimana area dengan peluang terbesar bagi perusahaan untuk memperkuat employee engagement, terutama dalam memberi karyawan lebih banyak ruang dalam menentukan cara kerja mereka. “Tingkat employee engagement setinggi ini memang patut dibanggakan, tetapi juga perlu terus dijaga,” ujar Isdar.
Hasil survei menyebutkan, perusahaan yang akan melangkah paling jauh adalah yang memberi karyawan ruang lebih banyak untuk membentuk cara kerja mereka, dan terus berinvestasi pada dukungan kesejahteraan secara nyata. “Hal ini termasuk sarana dan sumber daya dalam mengelola stress dan wellbeing, menurut 83 persen karyawan di Indonesia sudah disediakan oleh perusahaannya, dibandingkan 71 persen di Asia Tenggara. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten di area-area ini dapat memberikan dampak yang berarti,” tegas Isdar.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

