1
1

Talenta Muda Di Balik Layanan dan Inovasi Asuransi Astra

(kiri) Presiden Direktur Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus dan Direktur Bisnis, Marketing-Retail Asuransi Astra Deddy (kanan) bersama pemenang pertama kompetisi ACTION! 2026 Asuransi Astra. Talenta Muda Masa Depan Membangun Asuransi. | Foto: Asuransi Astra

Media Asuransi, JAKARTA – Di tengah perubahan dunia kerja dan pesatnya perkembangan teknologi, industri asuransi menghadapi tantangan untuk menarik minat generasi muda berkarier di industri jasa keuangan ini. Bagi Asuransi Astra yang memasuki tujuh dekade perjalanannya di kancah perasuransian Indonesia, regenerasi talenta ini menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi dan keberlanjutan bisnis.

Industri asuransi mungkin bukan pilihan pertama yang terlintas di benak anak muda ketika menentukan arah karier. Sektor teknologi, industri kreatif, hingga perusahaan rintisan kerap terlihat lebih menarik karena identik dengan inovasi, fleksibilitas, dan lingkungan kerja yang dinamis. Sebaliknya, asuransi masih berhadapan dengan persepsi sebagai industri yang formal, kompleks, dan kurang dekat dengan kehidupan generasi muda. Padahal, di industri asuransi menyimpan beragam peluang karier.

‘’Perusahaan asuransi tidak hanya membutuhkan tenaga pemasaran atau karyawan yang memahami polis dan klaim, tetapi juga talenta-talenta dari berbagai disiplin ilmu, seperti di bidang teknologi informasi, analisis data, pengembangan produk, kesehatan, komunikasi, manajemen risiko, hingga dari perminyakan maupun pertambangan.’’ Hal ini yang diungkapkan oleh Presiden Direktur Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus, baru baru ini di Jakarta.

ACTION! 2026

Langkah terbaru Asuransi Astra dalam mengenalkan industri asuransi ke anak muda melalui  program ACTION!2026 –  (Agent of Change for Financial Literacy & Inclusion). sebuah kompetisi yang mengajak Gen Z menciptakan solusi kreatif untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Kegiatan ini diadakan dalam rangka perjalanan tujuh dekade Asuransi Astra dengan menghadirkan peace of mind bagi jutaan pelanggannya.

|Baca juga: Inilah 3 Pemenang Kompetisi ACTION! Asuransi Astra 2026

Maximiliaan menyampaikan,  “Memasuki tujuh dekade perjalanan Asuransi Astra, kami ingin terus melanjutkan komitmen untuk menghadirkan peace of mind bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan dan perlindungan yang kami berikan, tetapi juga melalui kontribusi yang berdampak nyata.’’

Program ini diinisiasi sebagai respons terhadap masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, terutama di tengah pesatnya digitalisasi sektor finansial.

Semangat tersebut salah satunya melalui ACTION! 2026, dengan memberikan ruang bagi generasi muda untuk memahami persoalan di sekitarnya dan menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat.

Sementara itu, Head of PR, Marcomm, and Event Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto, ACTION! merupakan wadah bagi mahasiswa untuk merealisasikan ide-ide perubahan inovatifnya agar dapat menghasilkan dampak nyata. Program ini diadakan juga sebagai respons terhadap masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan asuransi di Tanah Air.

Penguatan literasi ini tentu turut mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Penguatan literasi keuangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan regulator, tetapi juga membutuhkan peran aktif pelaku usaha di sektor keuangan.

Gambaran tantangan literasi dan inklusi keuangan dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 11 Agustus 2026, menunjukkan indeks literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 45,45 persen, sedangkan inklusinya 28,50 persen. Sementara itu, kelompok usia 18–25 tahun mencatat indeks literasi keuangan sebesar 73,22 persen. Hal ini menunjukkan tingkat pengetahuan generasi muda akan asuransi sudah cukup besar, namun inklusinya masih rendah.

 

Talenta Muda

Bagi anak muda yang mulai bekerja, memiliki kendaraan, atau membangun kemandirian finansial, kebutuhan akan perlindungan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, kedekatan dengan produk konsumen saja tidak cukup. Generasi muda juga ingin mengetahui bagaimana mereka dapat berkembang, mempelajari keterampilan baru, menyampaikan gagasan, dan berkontribusi terhadap perubahan di tempat kerja.

|Baca juga: Wujud Apresiasi Pelanggan Setia, Asuransi Astra Serahkan Hadiah Utama GASPOL Toyota Veloz Hybrid

Karena itu, memperkenalkan industri asuransi kepada generasi muda perlu disertai gambaran yang lebih utuh mengenai budaya kerja, jalur pengembangan karier, serta kesempatan untuk terlibat dalam inovasi.

Hal inilah yang dilakukan oleh Asuransi Astra. Menurut Iwan Pranoto,  salah satu upaya Asuransi Astra dalam mengoptimalkan potensi anak muda sebagai penggerak perubahan dan inovasi. “Kami tidak ingin anak muda hanya jadi follower. Mereka harus diberi ruang dan kesempatan untuk berkembang dan berinovasi melalui program-program yang kami luncurkan termasuk dengan berkarier di Asuransi Astra. Saat ini cukup banyak karyawan Asuransi Astra  dari kalangan generasi milenial hingga Gen Z,’’ ungkapnya.

Berikut ini adalah anak-anak muda yang telah merasakan kariernya dapat berkembang maupun yang baru ‘menjajal’ berkarier di perusahaan asuransi umum yang merupakan salah satu anak usaha Astra International.

 

Rinanda Aulia Rafi

Pria kelahiran Jakarta 30 tahun yang lalu ini, lulusan dari teknik Industri, Institut Teknologi Surabaya (ITS) yang sudah berkarier di Asuransi Astra lebih dari tujuh tahun lamanya. Ia lulus dari ITS langsung masuk ke Asuransi Astra melalui jalur Branch Management Delepoment Program tahun 2019.

Setelah dinyatakan diterima, Rafi mengawali karier di tempatkan di cabang Palembang, setelah itu, dirinya pernah ditempatkankan di Medan hingga  Balikpapan, kalimantan Timur dengan jabatan terakhir sebagai kepala cabang.

Mulai awal tahun ini, Rafi ditarik ke Jakarta untuk menduduki posisi Kepala Cabang BSD, Tangerang. Bagi dia, berkarier di Asuransi memberikan banyak pengalaman yang beragam dan dirinya sudah merasa nyaman untuk melanjutkan karier di perusahaan ini.

|Baca juga: Asuransi Astra Bangun Loyalitas Pelanggan Lewat  Ekosistem, Layanan, dan Pengalaman

Saat baru menjabat sebagai Kepala Cabang di BSD, ada satu pengalaman mengesankan bagi dirinya, ketika berhadapan dengan seorang calon pelanggan yang menurutnya ‘sangat unik’. Kliennya hanya bisa berbahasa Cina, tidak bisa berbahasa Indonesia maupun Inggris. ‘’Jadi kami berkomunikasi menggunakan voice Chat GPT,’’ katanya.

Namun, Rafi berhasil menyakinkan kliennya tersebut untuk menjadi nasabah Asuransi Astra. ‘’Akhirnya pemilik mobil rental itu mengasuransikan sekitar 150 kendaraannya secara bertahap di Asuransi Astra.  Klien puas dengan layanan yang kami berikan. Bagi saya itu menjadi pencapaian saya terbaik yang baru beberapa bulan menjadi kepala cabang di sini (BSD),’’ ujarnya sambil tersenyum.

Ia pun merasakan sebagai karyawan di Asuransi Astra diberikan kesempatan oleh perusahaan untuk mengembangkan diri dan senantiasa berinovasi. ‘’Apalagi saya membawahi di BSD dan wilayah Serang, Jawa Barat tentu harus banyak inovasi untuk dapat menguasai market dengan persaingan yang tinggi juga. Saya harus benar-benar bisa menjual layanan terbaik yang ada di Asuransi Astra termasuk saat proses klaimnya,’’ ujarnya.

Kepada anak-anak muda, Rafi berharap  untuk tidak segan-segan mencoba berkarier di perusahaan asuransi khususnya di Asuransi Astra  yang memberikan banyak kesempatan kepada banyak talenta muda.

 

Putri Aulia Ma’ruf

Salah satu anak muda berstatus Gen Z yang mencoba menjajal berkarier di Asuransi Astra adalah Putri yang  baru berusia 22 tahun ini. Ia  masuk perusahaan ini melalui jalur magang saat masih kuliah di Fakultas FISIP, Jurusan Komunikasi Universitas Indonesia.

|Baca juga: Dukung Program GENCARKAN OJK, Asuransi Astra Hadirkan LENTERA 2026

Bertepatan saat dirinya lulus kuliah ada lowongan di bagian Public Relation Asuransi Astra, Putri pun langsung  memasukkan lamaran dan setelah melalui serangkaian tes, dirinya dinyatakan diterima dan sebagai Public Relations Analis Asuransi Astra.

‘’Jadi, saya baru jalan tiga bulan bekerja, tapi sudah merasakan kenyamanannya karena  saya sudah pernah magang di sini.  Saat masih magang juga mendapat support dari para senior di Asuransi Astra di divisi komunikasi ini,’’ tutur anak ketiga dari lima bersaudara ini.

Bagi Putri, dunia asuransi juga hal yang baru bagi dirinya. Namun dengan  posisinya di bagian PR, dia juga harus pintar-pintar membawa perusahaan karena dirinya mendapat tugas di bagian media relations  yang berhubungan dengan pers.

Pada akhirnya, tantangan industri asuransi bukan sekadar membuat generasi muda tertarik melamar pekerjaan. Tantangannya adalah membangun lingkungan yang memungkinkan mereka tumbuh, memberikan kontribusi, dan melihat masa depan profesional di dalamnya. Bagi Asuransi Astra, usia 70 tahun dapat menjadi titik untuk mempertemukan pengalaman masa lalu dengan energi generasi berikutnya.

Editor  : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Periklindo Sebut Kendaraan Listrik Bisa Kurangi Subsidi BBM

Member Login

or