Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengakui anggaran kementeriannya pada 2027 cukup berat untuk digunakan mengejar target realisasi investasi yang dipatok mencapai Rp2.322 triliun.
Rosan mengatakan target investasi tahun depan naik cukup signifikan, sementara anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM justru berada di bawah pagu yang sebelumnya disepakati bersama Komisi XII DPR RI.
“Memang kalau dilihat, tentunya karena peningkatan juga signifikan memang kami agak sedikit berat dengan anggaran yang ada ini,” kata Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Sebelumnya, Komisi XII DPR RI telah menyepakati pagu anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM 2027 sebesar Rp1,304 triliun. Namun, berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas pada 5 Agustus 2026, alokasi anggaran kementerian ditetapkan lebih rendah, yakni Rp974,84 miliar.
Di sisi lain, pemerintah menargetkan realisasi investasi 2027 mencapai Rp2.322 triliun. Target tersebut naik 13,8 persen dibandingkan dengan target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
|Baca juga: Bos OJK Pede Kinerja Asuransi Kendaraan Bermotor Terus Melaju, tapi Ada Syaratnya!
Dirinya mengatakan pihaknya tetap akan berupaya mencapai target tersebut dengan anggaran yang tersedia. Namun, pemerintah membuka peluang meminta tambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) jika diperlukan dalam perjalanan tahun anggaran.
“Memang kami selalu berupaya dengan anggaran yang diberikan. Kita akan lihat nanti penambahan dalam perjalanannya bisa kita minta anggaran ABT,” ujarnya.
Menurut Rosan, tambahan anggaran nantinya dibutuhkan untuk mendukung investasi sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.
|Baca juga: OJK Beri Sanksi Perusahaan Asuransi yang Belum Laporkan Keuangan Berbasis PSAK 117
Adapun dari total pagu Rp974,84 miliar, sebesar Rp505,3 miliar dialokasikan untuk program dukungan manajemen. Sementara Rp469,54 miliar digunakan untuk program penanaman modal dan hilirisasi.
Dari tambahan anggaran Rp349,7 miliar ketimbang pagu indikatif sebelumnya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM akan mengalokasikan Rp201,8 miliar untuk pengembangan sistem OSS 2.0. Anggaran lainnya digunakan untuk memperkuat daya saing dalam menarik investasi serta mempercepat pertumbuhan industri nasional.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

