Media Asuransi, JAKARTA – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menargetkan realisasi investasi pada 2027 mencapai Rp2.322 triliun. Target tersebut naik 13,8 persen dibandingkan dengan target investasi tahun ini yang sebesar Rp2.041,3 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan kenaikan target tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.
“Target 2027 dipatok naik 13,8 persen dibanding target tahun lalu,” kata Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Selasa, 1 September 2026.
Rosan mengatakan target tersebut cukup menantang jika melihat pertumbuhan investasi pada semester I/2026 yang baru mencapai 7,2 persen secara tahunan. Artinya, pemerintah perlu mendorong pertumbuhan investasi lebih cepat agar target Rp2.322 triliun bisa tercapai pada tahun depan.
|Baca juga: Bos OJK Beberkan Update Besaran Iuran Program Penjaminan Polis, Ini Lengkapnya!
|Baca juga: OJK Beri Sanksi Perusahaan Asuransi yang Belum Laporkan Keuangan Berbasis PSAK 117
“Semester pertama 2026 investasi tumbuh 7,2 persen, artinya tahun depan kita harus memacu investasi hampir dua kali lebih cepat,” ujarnya.
Sepanjang semester I/2026, realisasi investasi tercatat Rp1.010,6 triliun. Dari angka tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp507,6 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp503 triliun.
Dirinya mengatakan investasi menjadi salah satu faktor penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal II/2026, investasi menyumbang 39 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Untuk mengejar target tahun depan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM akan menjalankan sejumlah program, mulai dari pengembangan sistem Online Single Submission (OSS) 2.0, peningkatan investasi hilirisasi, percepatan perizinan usaha, hingga promosi peluang investasi yang lebih terarah.
Ia menegaskan target investasi tersebut bukan sekadar mengejar angka. Pemerintah ingin investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak terhadap ekonomi dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

