Media Asuransi, GLOBAL – Sistem jaminan kesehatan nasional Korea Selatan diperkirakan mulai mengalami defisit pembiayaan pada akhir 2026. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mencari tambahan dukungan anggaran agar keberlangsungan program tetap terjaga.
Melansir Asia Insurance Review, Selasa, 1 September 2026, Menteri Kesehatan Korea Selatan Jeong Eun-Kyeong mengatakan, pemerintah tengah membahas kemungkinan menggunakan kelebihan penerimaan pajak untuk meningkatkan dukungan terhadap sistem jaminan kesehatan nasional.
Pembahasan tersebut disampaikan Jeong dalam rapat Komite Kesehatan dan Kesejahteraan Majelis Nasional Korea Selatan. Sejumlah anggota parlemen juga sedang mendorong perubahan aturan terkait mekanisme pendanaan program tersebut.
Salah satunya dilakukan oleh anggota parlemen dari People Power Party, Han Ji-a. Dia mengajukan revisi aturan yang secara lebih tegas menetapkan besaran dukungan pemerintah untuk sistem jaminan kesehatan.
Dalam aturan yang diusulkan, dukungan dari anggaran pemerintah harus setara dengan sedikitnya 14 persen dari perkiraan pendapatan premi tahunan. Sementara itu, enam persen lainnya berasal dari National Health Promotion Fund.
|Baca juga: Bank SMBC Indonesia Tebar Diskon di Konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia
|Baca juga: Bos OJK Ungkap Jadwal Pelantikan Sarjito sebagai Kepala Eksekutif BMKS
Dengan skema tersebut, total dukungan pemerintah seharusnya mencapai 20 persen dari perkiraan pendapatan premi jaminan kesehatan setiap tahun. Namun, Pemerintah Korea Selatan selama ini belum memenuhi porsi tersebut secara penuh.
Pada periode 2016 hingga 2025, total dukungan pemerintah tercatat kurang KRW19,45 triliun atau sekitar US$14,03 miliar dibandingkan dengan jumlah yang seharusnya diberikan berdasarkan ketentuan tersebut.
Masalah pendanaan kini semakin mendesak karena kondisi keuangan sistem jaminan kesehatan terus memburuk. Dalam rencana komprehensif jaminan kesehatan nasional periode 2024-2028, Kementerian Kesehatan memproyeksikan neraca tahunan program mulai mencatatkan posisi negatif pada 2026.
Pemerintah pun menghadapi tekanan untuk membangun sistem pendanaan yang lebih stabil, terutama karena kebutuhan pembiayaan kesehatan terus meningkat. Dukungan anggaran yang lebih konsisten dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional Korea Selatan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

