Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja unaudited 56 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Juni 2026, dengan pertumbuhan pendapatan premi weighted mencapai Rp58,06 triliun dan premi bisnis baru secara weighted tumbuh menjadi Rp21,06 triliun secara year-on-year.

Pada periode ini, total klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp75,57 triliun kepada 5,01 juta orang penerima. Pertumbuhan mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan asuransi jiwa sekaligus kepercayaan masyarakat yang tetap kuat terhadap industri.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menyampaikan, “Pencapaian kinerja semester I 2026 menunjukkan industri asuransi jiwa memiliki fundamental yang kuat untuk terus menjalankan perannya dalam memberikan perlindungan kepada keluarga Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi hingga pasar keuangan, kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan tetap terjaga dan industri terus memperluas jangkauan perlindungan asuransi jiwa.”

Upaya memperkuat sektor asuransi jiwa turut dilakukan AAJI melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia. AAJI mendorong pengembangan kompetensi C-Level, penguatan kapasitas level manajerial, hingga program pelatihan melalui kerja sama dengan para partner Center of Excellence (CoE) AAJI. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses perusahaan anggota terhadap program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Editor: Lucky Kennedy
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

