1
1

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun di Semester I/2026, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani. | Foto: Setkab

Media Asuransi, JAKARTA – Realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun sepanjang semester I/2026. Angka tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan investasi yang masuk selama enam bulan pertama tahun ini juga menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja secara langsung.

“Investasi menyerap 1.450.000 tenaga kerja langsung, naik 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Selasa, 1 September 2026.

Rosan menjelaskan jumlah tersebut belum termasuk tenaga kerja yang terserap secara tidak langsung dari berbagai aktivitas pendukung investasi. Artinya, dampak investasi terhadap penciptaan lapangan kerja berpotensi lebih besar.

Dari total realisasi investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp507,6 triliun. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp503 triliun. Komposisi investasi juga relatif berimbang antara Jawa dan luar Jawa. Investasi yang masuk ke luar Jawa capai 50,2 persen dari total investasi nasional pada semester I/2026.

|Baca juga: Bos Allianz Life Indonesia: Kepercayaan Nasabah Perlu Dibangun Lewat Komitmen Perlindungan Konsisten

|Baca juga: Bos OJK Beberkan Update Besaran Iuran Program Penjaminan Polis, Ini Lengkapnya!

Sejumlah daerah di luar Jawa bahkan masuk dalam 10 besar lokasi investasi nasional. Daerah tersebut yakni Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Riau.

Ia mengatakan capaian investasi tersebut semakin penting karena investasi mulai memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal II/2026, investasi menyumbang 39 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, investasi pada akhirnya tidak hanya soal mengejar nilai rupiah yang masuk ke Indonesia. Investasi diharapkan bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Angka-angka pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat, setiap rupiah investasi harus menjadi pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik,” pungkas Rosan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Anggaran Dipangkas, Rosan Akui Berat Kejar Target Investasi Rp2.322 Triliun di 2027

Member Login

or