1
1

Ekonomi Digital RI Tumbuh Pesat, Tapi Pelaku Usaha Online Masih Tertinggal

Peneliti NEXT Indonesia Center Rezky Reza Pratama. | Foto: Next Indonesia Center

Media Asuransi, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia selama beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang pesat. Jumlah pengguna internet terus meningkat, transaksi e-commerce semakin ramai, dan nilai ekonomi digital nasional telah mencapai sekitar US$100 miliar. Namun, pertumbuhan ekonomi digital tersebut masih lebih banyak didorong oleh masyarakat yang menjadi konsumen melalui berbagai platform digital dibandingkan sebagai pelaku usaha digital.

Peneliti NEXT Indonesia Center Rezky Reza Pratama mengatakan, perkembangan ekonomi digital Indonesia saat ini belum sepenuhnya mencerminkan semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan internet untuk kegiatan produktif.

“Manfaat ekonomi digital masih lebih banyak dinikmati sebagai sarana konsumsi dibandingkan sebagai sumber penghasilan. Sementara ukuran keberhasilan tidak cukup dilihat dari besarnya transaksi, tetapi juga dari berapa banyak masyarakat yang mampu memperoleh penghasilan melalui platform digital,” ujar Reza dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.

|Baca juga: AFTECH : LPBBTI bagi Ekonomi Digital Nasional

Reza menambahkan, temuan tersebut merupakan salah satu hasil riset NEXT Indonesia Center bertajuk “Perilaku Digital Kelas Menengah” yang mengulas perilaku penggunaan internet berdasarkan kelas ekonomi masyarakat menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025.

Hasil riset menunjukkan jumlah masyarakat yang membeli barang atau jasa secara daring meningkat tajam dalam enam tahun terakhir. Pada 2019, pembeli daring tercatat sekitar 14,9 juta orang. Angka tersebut melonjak menjadi 54 juta orang pada 2025 atau bertambah sekitar 39,1 juta orang.

Sebaliknya, pertumbuhan pelaku usaha digital masih tertinggal. Jumlah masyarakat yang memanfaatkan internet untuk berjualan hanya naik dari 5,9 juta orang pada 2019 menjadi 9,7 juta orang pada 2025. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, jumlahnya cenderung datar di kisaran 9 juta orang.

|Baca juga: Ekonomi Digital Diproyeksikan Capai US$360 M, OJK Bentuk Direktorat Pengawasan Bank Digital

“Platform digital berhasil memudahkan masyarakat berbelanja, namun, jumlah masyarakat yang mampu naik kelas menjadi pelaku usaha digital belum bertambah secepat pertumbuhan konsumennya. Ini tantangan besar bagi agenda ekonomi digital Indonesia,” ungkapnya.

Reza menjelaskan, riset NEXT Indonesia Center juga menemukan bahwa kemampuan memanfaatkan internet untuk kegiatan ekonomi berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin tinggi kelas ekonomi seseorang, semakin besar peluangnya memanfaatkan internet untuk aktivitas yang menghasilkan nilai ekonomi.

Pada kelompok masyarakat miskin, hanya sekitar 11,43 persen pengguna internet yang melakukan pembelian barang atau jasa secara daring. Adapun yang memanfaatkan internet untuk berjualan hanya mencapai 2,07 persen.

Sebaliknya, pada kelompok kelas atas, lebih dari separuh pengguna internet atau 54,49 persen telah berbelanja secara daring, sementara 11,64 persen telah menggunakan internet sebagai sarana menjual barang maupun jasa.

Reza menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan digital saat ini tidak lagi hanya soal akses internet. Tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk memanfaatkan internet sebagai alat meningkatkan pendapatan.

Editor  Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Ditutup di Zona Hijau
Next Post Meski IHSG Masih Ambles, OJK Sebut Kondisi Pasar Mulai Stabil

Member Login

or