1
1

Meski Dunia Masih Bergejolak, OJK Nilai Sektor Keuangan RI Tetap Stabil

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers RDKB Juni 2026, Selasa, 7 Juli 2026. | Foto: tangkapan layar youtube OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional masih terjaga meski ketidakpastian ekonomi global belum sepenuhnya mereda.

“Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan pada 1 Juli 2026 menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan terjaga,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers RDKB Juni 2026 secara daring, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Friderica, perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah mulai mengurangi tekanan di pasar energi global. Harga minyak juga kembali mendekati level sebelum konflik sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi mulai mereda.

|Baca juga: Menuju 2027, OJK Percaya Sektor Keuangan RI Masih Punya Tameng Kuat

Meski begitu, OJK mengingatkan risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang, potensi eskalasi baru masih dapat memengaruhi kondisi ekonomi global. OJK juga mencermati prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang masih dibayangi berbagai tantangan. Revisi proyeksi pertumbuhan global oleh OECD dan World Bank menunjukkan ketidakpastian ekonomi masih cukup tinggi.

Selain itu, meningkatnya tekanan inflasi serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara dinilai masih akan memengaruhi sentimen investor di pasar keuangan.

|Baca juga: OJK Satukan Kemenkes, BPJS, dan Asuransi untuk Mengerem Overtreatment di Layanan Medis

Di dalam negeri, OJK melihat sejumlah indikator ekonomi mengalami moderasi. Tekanan inflasi mulai meningkat, sementara PMI manufaktur melemah, surplus perdagangan menyempit, dan cadangan devisa menurun. Meski demikian, stabilitas ekonomi nasional dinilai tetap terjaga berkat bauran kebijakan fiskal dan moneter yang terus berjalan.

Di sisi kebijakan, OJK menegaskan komitmennya memperkuat keuangan berkelanjutan. Salah satunya melalui implementasi program nilai ekonomi karbon dan penguatan kerja sama dengan mitra strategis global. “Selain itu, OJK juga menegaskan penguatan pembiayaan transisi perlu diarahkan untuk mendukung transformasi sektor-sektor yang sulit didekarbonisasi,” katanya.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Prudential Syariah Hadir di Banjarmasin Gencarkan Literasi Keuangan Melalui Syariah Financial Fair (SYAFIF) 2026
Next Post BCA Insurance Jalin Kerjasama dengan Optik Seis

Member Login

or