Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mencatat bahwa sejak penyelenggara Pindar mulai beroperasi, total akumulasi penyaluran pinjaman telah melampaui Rp1.388 triliun, dengan lebih dari 169 juta borrower aktif yang terlayani.
Dari jumlah borrower sebanyak itu, sekitar 38-40 persen di antaranya adalah pelaku UMKM yang mendapatkan akses pendanaan untuk pertama kalinya. Selain itu, lebih dari 90 persen borrower membayar tepat waktu sesuai perjanjian.
|Baca juga: Warga RI Makin Gemar Utang Pindar, Kini Tembus Rp101,03 Triliun per Maret 2026
Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, mengatakan bahwa ada ketidakseimbangan narasi yang perlu dikoreksi, salah satunya tentang jutaan borrower yang berhasil tidak pernah jadi berita. Menurutnya, Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang tersebut, yang selama ini tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh.
“Mereka yang meminjam untuk beli stok dagangan, bayar biaya sekolah anak, atau tambal modal saat arus kas seret dan kemudian melunasi pinjamannya tanpa masalah. Cerita mereka juga bagian dari realitas industri ini,” kata Firlie dalam keterangan resmi.
|Baca juga: Ini Sikap OJK terkait Putusan KPPU tentang Dugaan Kartel Bunga Industri Pindar
Dia menambahkan bahwa asosiasi secara aktif memastikan seluruh penyelenggara pindar yang menjadi anggota AFTECH untuk beroperasi di atas standar tata kelola yang ketat, transparan dalam biaya dan bunga sejak awal perjanjian, dan memiliki mekanisme perlindungan konsumen yang terstandar dan dapat diakses publik.
“Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. AFTECH tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif. Kami adalah mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan itu, kepada pengguna, kepada regulator, kepada masyarakat luas,” tegasnya.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

