Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) atau Danamon berupaya agar kualitas penyaluran kredit atau Non Performing Loan (NPL) terus terjaga hingga akhir tahun. Situasi pelemahan daya beli pun terus dipantau agar tidak memberikan efek negatif terhadap kualitas kredit.
Direktur Bank Danamon Indonesia Dadi Budiana menyebutkan saat ini NPL di Bank Danamon berada di posisi 1,7 persen di posisi Juni 2026. Kondisi NPL di angka tersebut bisa dipertahankan sejak akhir triwulan pertama pada tahun ini.
“Jadi tentunya angka 1,7 persen ini boleh dibilang merupakan angka yang sangat rendah dan tentunya ke depannya kami mempunyai risk appetite yang lebih untuk katakanlah jika kondisi NPL ini meningkat,” kata Dadi, dalam konferensi pers virtual Kinerja Semester I/2026 Bank Danamon, Kamis, 30 Juli 2026.
Namun, dirinya menekankan, apabila ada skenario NPL meningkat maka dipastikan berada pada kondisi yang cukup aman. “Tapi tentunya masih berada dalam kondisi yang masih sangat baik. Kami perkirakan seumpamanya sampai meningkat tentunya tidak akan jauh di atas 1,7 persen ini,” jelasnya.
Kendati demikian, dirinya tidak menampik, terdapat pelemahan dari sisi daya beli masyarakat sekarang ini. Pada konteks itu, ia menjelaskan, Danamon siap memastikan penyaluran kredit dilakukan secara baik dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
|Baca juga: Danamon (BDMN) Beberkan Strategi untuk Pacu Pertumbuhan Kredit di 2026
|Baca juga: Danamon (BDMN) Bukukan Laba Bersih Rp2,4 Triliun di Semester I/2026
“Kami melihat memang kondisi sekarang ini ada pelemahan. Pelemahan daya beli memang betul. Tapi dari sisi underwriting, kami melakukan hal-hal yang memang diperlukan untuk memastikan kredit yang kami salurkan itu disalurkan secara baik, secara hati-hati,” jelasnya.
“Dan selanjutnya juga upaya-upaya penagihan, upaya collections, upaya monitoring, dan lain-lainnya kami lakukan dengan baik, dengan ketat,” tambahnya.
Sejumlah langkah tersebut, tambahnya, diyakini bisa menjaga NPL berada di level yang aman di masa mendatang. Bahkan apabila muncul banyak kekhawatiran di kemudian hari, ia menjelaskan, maka tidak akan memberi dampak signifikan terhadap lonjakan NPL.
“Jadi meskipun ada banyak kekhawatiran dengan kondisi ekonomi, dan lain-lain, kami percaya di kondisi saat ini, apalagi dengan posisi NPL yang saat ini berada dalam kondisi sangat baik, seharusnya tidak membawa pelemahan yang signifikan ke depannya,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
