Media Asuransi, JAKARTA – Kolesterol adalah jenis lemak yang diproduksi oleh tubuh secara alami dan juga berasal dari makanan berbasis protein hewani. Meski sering dianggap negatif, namun kolesterol sebenarnya punya peran penting dalam pembentukan vitamin D, hormon, serta asam empedu.
Dalam kadar yang normal, kolesterol membantu sel-sel tubuh menjalankan fungsinya dengan baik. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, kondisi ini bisa menjadi tanda bahaya bagi kesehatan. Kelebihan kolesterol dapat memicu berbagai penyakit dan komplikasi.
|Baca juga: Dari Beban Kerja hingga Lingkungan, Ini Penyebab Karyawan Memilih Resign
|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!
Di dalam darah, kolesterol akan berikatan dengan protein dan membentuk lipoprotein. Lipoprotein terbagi menjadi dua jenis, yaitu LDL yang dikenal sebagai kolesterol jahat, sedangkan HDL dikenal sebagai kolesterol baik.
Melansir laman IFG Life, Sabtu 20 Juni 2026, kolesterol tinggi tidak terjadi tanpa sebab. Kondisi ini umumnya dipicu oleh berbagai kebiasaan dan faktor gaya hidup yang sering tidak disadari. Berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kadar kolesterol dalam tubuh:
Obesitas
Individu yang mengalami berat badan berlebih atau obesitas lebih mudah memiliki kadar kolesterol tinggi. Untuk mengetahui apakah termasuk dalam golongan orang yang obesitas atau tidak, Anda dapat menghitung Indeks Massa Tubuh (BMI) Anda.
Gemar konsumsi makanan/minuman manis
Terdapat faktor lain yang dapat meningkatkan kadar kolesterol, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula berlebih. Konsumsi gula berlebihan bisa memicu penyakit diabetes yang meningkatkan risiko kolesterol tinggi.
|Baca juga: 3 Ciri Pemimpin yang Jadi Penghambat, Bukan Pendorong Kemajuan
|Baca juga: Ingin Beli Asuransi untuk Orang Lain? Coba Cek Dulu Informasi Berikut!
Oleh sebab itu, ada baiknya waspada terhadap asupan makanan dan minuman agar tidak melebihi batas konsumsi gula. Sesuai penjelasan sebelumnya, jika Anda mengalami diabetes atau obesitas, kemungkinan mengalami kadar kolesterol yang tinggi. Selain itu, jika Anda mengalami hipertensi maka besar kemungkinan kolesterol juga tinggi.
Jarang melakukan olahraga
Kekurangan aktivitas fisik atau olahraga juga menjadi pendorong meningkatnya risiko kolesterol tinggi. Dengan aktivitas fisik, lemak akan terbakar dan kolesterol jahat dapat berkurang. Oleh karena itu, penting untuk memiliki gaya hidup aktif dan rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh serta menurunkan risiko kolesterol tinggi.
View this post on Instagram
Jika Anda termasuk orang dengan kadar kolesterol yang cukup tinggi, berikut beberapa cara untuk menurunkannya dalam tubuh:
Jaga pola makan
Anda bisa mulai dengan menjaga pola makan. Makanlah makanan yang baik untuk kesehatan jantung karena kadar kolesterol yang tinggi bisa memicu penyakit jantung. Kurangi konsumsi lemak jenuh yang terdapat dalam daging merah dan susu berlemak. Gantilah dengan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung, seperti ikan salmon, mackerel, dan kenari.
Mulai rajin berolahraga
Salah satu cara baik menjaga kesehatan adalah dengan berolahraga, yang dapat membantu menurunkan kolesterol tinggi. Olahraga selama minimal 30 menit tiga kali dalam seminggu dapat menurunkan kadar kolesterol. Olahraga tidak harus berat, bisa ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau lari ringan. Dengan meningkatkan aktivitas fisik, kamu dapat mencegah berbagai penyakit.
Berhenti merokok
Kemudian, hentikan kebiasaan merokok. Merokok dapat menurunkan kadar kolesterol baik, sehingga sebaiknya dihentikan secara perlahan. Dari riset, setelah setahun berhenti merokok, risiko terkena penyakit jantung akan menurun.
|Baca juga: Aktivitas Seru Tetap Aman, Berikut Pentingnya Proteksi saat Berolahraga dan Bepergian
|Baca juga: 10 Tanda Bos Toxic yang Bikin Karyawan Kehilangan Semangat Kerja
Periksa kolesterol secara berkala
Jangan lupa lakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin untuk memantau kadarnya. Hal ini penting agar Anda bisa mengetahui apakah terjadi peningkatan atau penurunan kolesterol.
Terlebih lagi, Anda tidak dapat secara akurat menghitung jumlah kolesterol yang masuk atau diproduksi tubuh setiap hari. Dengan memahami kadar kolesterol, Anda bisa lebih bijak dalam memilih makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

