1
1

OJK Ungkap Literasi Keuangan Pelajar RI Masih Tertinggal dari Nasional

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti rendahnya literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa yang tercatat 62,72 persen pada 2026. Angka tersebut masih di bawah indeks literasi keuangan nasional yang mencapai 69,57 persen, meskipun tingkat inklusi keuangan kelompok tersebut sudah 92,76 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan peningkatan literasi keuangan dan kecakapan digital diperlukan untuk melindungi generasi muda dari berbagai risiko, termasuk penipuan digital atau scam yang menyasar anak muda.

“Ini adalah juga bentuk pelindungan OJK pada masyarakat. Memberikan edukasi, literasi. Supaya Adik-Adik tidak terkena scam penipuan. Ini banyak sekali korban scam ke anak-anak muda,” kata Friderica, dalam kegiatan OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026 di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

|Baca juga: Kredit BCA (BBCA) Tembus Rp1.063 Triliun per September 2026, Naik 12,6%

Menurut Friderica, perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan menciptakan peluang ekonomi. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman keuangan dan kemampuan menggunakan teknologi secara aman.

|Baca juga: MSCI Bikin Pasar Saham RI Bergejolak, Ini Strategi Investasi MSIG Life

OJK menggelar OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026 bertema ‘Saatnya Berkarya, Ciptakan Prestasi‘ di Aula Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 pelajar dan berisi edukasi literasi keuangan serta kecakapan digital.

Friderica mengatakan program tersebut dirancang agar pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang masa depan.

“Jadi kelas ini spesial. Tidak cuma belajar tentang keuangan. Tapi mengajarkan juga bagaimana kalian paham digital literacy dan financial literacy. Dua hal itu kalau dikombinasikan akan menjadi suatu pengetahuan yang sangat dahsyat. Pengetahuan dan keterampilan yang sangat dahsyat untuk masa depan kalian,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa mencapai 92,76 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan kelompok tersebut masih berada di level 62,72 persen.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Asuransi Sinar Mas Bayarkan Klaim Hole In One Senilai Rp647,1 Juta
Next Post Laba MSIG Life Melonjak 69% Jadi Rp181 Miliar di Semester I/2026

Member Login

or