Media Asuransi, JAKARTA – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menetapkan target prapenjualan (marketing sales) yang ambisius sebesar Rp10 triliun untuk tahun buku 2026. Target ini ditetapkan secara terukur dan selaras dengan pencapaian 2025 guna menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Segmen residensial diproyeksikan menjadi penggerak utama dengan kontribusi sebesar Rp5 triliun atau 50 persen dari total target, di mana proyek unggulan BSD City diharapkan menyumbang Rp1,60 triliun bagi segmen tersebut.
Mengutip keterbukaan informasi, Jumat, 27 Februari 2026, Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyatakan penetapan target ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian namun tetap optimistis melihat fundamental permintaan yang kuat.
“Target prapenjualan 2026 kami tetapkan secara prudent dengan memperhatikan prospek industri properti 2026 serta pencapaian kinerja 2025. Fundamental permintaan tetap terjaga, khususnya pada proyek-proyek township seperti BSD City dan kawasan penyangga Jakarta,” ungkap Hermawan.
|Baca juga: 48% Pelaku Asuransi di Asia Pasifik Keluhkan Beban Pelaporan Regulator
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Siapkan Uang Tunai Rp44 Triliun saat Ramadan dan Idulfitri
|Baca juga: WOM Finance (WOMF) Guyur Dana Jumbo ke Maybank, untuk Apa?
Selain hunian, segmen komersial ditargetkan menyumbang Rp3,50 triliun (35 persen), sementara segmen lainnya dipatok sebesar Rp1,50 triliun (15 persen). Pertumbuhan ini didukung oleh kebijakan fiskal yang akomodatif, termasuk perpanjangan insentif PPN DTP 100 persen serta stabilitas suku bunga Bank Indonesia.
Untuk merangsang minat pasar, BSDE juga meluncurkan program pemasaran nasional ‘Royal Key’ yang menawarkan berbagai insentif seperti potongan harga hingga 26 persen dan subsidi uang muka.
Optimisme perusahaan semakin diperkuat oleh kontribusi entitas anak, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), yang diproyeksikan menyumbang 3,5 persen dari total target melalui proyek seperti Rancamaya dan Harvest City. Ia yakin sinergi kebijakan pemerintah dan strategi internal akan menjaga momentum pertumbuhan ke depan.
“Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter ditambah dengan program pemasaran nasional kami ‘Royal Key’ tersebut akan memperkuat daya beli masyarakat serta akses pembiayaan. Kami optimistis momentum ini dapat berlanjut dan mendukung pertumbuhan kinerja BSDE secara berkelanjutan,” tutup Hermawan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
