Media Asuransi, JAKARTA – PT Bundamedik Tbk (BMHS) mencatat laba bersih terkonsolidasi meningkat signifikan sebesar 57 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya menjadi Rp29,7 miliar dengan EBITDA naik sembilan persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp242 miliar.
Capaian ini didukung karena keberhasilan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Hal itu diumumkan saat BMHS menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Dalam RUPST tersebut, BMHS memaparkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025.
|Baca juga: Profil Jeffrey Woo, Bos Baru FWD Insurance Indonesia
|Baca juga: OJK Kantongi Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN, Ada Skema Merger hingga Akuisisi?
Direktur Utama Bundamedik Agus Heru Darjono mengatakan di tengah dinamika industri yang terus berkembang, BMHS berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas. Capaian laba bersih yang tumbuh 57 persen mencerminkan konsistensi dalam mengeksekusi strategi secara disiplin.
“Dari efisiensi operasional, ekspansi layanan kompleks yang bernilai tinggi, hingga penguatan ekosistem kesehatan yang terintegrasi,” kata Agus, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 12 Juni 2026.
Kinerja solid di semua lini didukung strategi ekspansi dan penguatan ekosistem anak usaha. Kinerja rumah sakit ‘baru’ juga mencerminkan efektivitas strategi integrasi dan pengembangan usai akuisisi yang dijalankan perseroan di mana rumah sakit baru konsisten menunjukkan tren terus meningkat yaitu naik 30 persen sejak 2023–2025.
View this post on Instagram
Selain itu, pencapaian EBITDA positif di seluruh rumah sakit baru menunjukkan kemampuan BMHS dalam meningkatkan kinerja operasional dan finansial aset rumah sakit yang telah diakuisisi.
|Baca juga: Jeffrey Woo Resmi Jadi Direktur Utama FWD Insurance Indonesia
|Baca juga: SCGC Lepas Sebagian Kepemilikan, Saham Publik Chandra Asri (TPIA) Melonjak Jadi 25,7%
Secara keseluruhan pendapatan rumah sakit, kontribusi pendapatan di 2025 ditopang oleh segmen Korporasi dan asuransi sebesar 43,2 persen dari total pendapatan rumah sakit. Dari sisi operasional, kapasitas rumah sakit BMHS bertambah dengan total tempat tidur naik empat persen YoY menjadi 601 unit.
Kemudian volume tindakan bedah meningkat 10 persen YoY menjadi 16 ribu tindakan, sementara jumlah hari rawat inap dan pasien rawat inap masing-masing tumbuh dua persen YoY.
Presiden Komisaris Bundamedik Ivan Rizal Sini menyebutkan BMHS dibangun dengan visi jangka panjang untuk menghadirkan layanan kesehatan yang unggul, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
|Baca juga: Manajemen Telkom (TLKM) Angkat Bicara terkait Komisaris Jadi Tersangka KPK
|Baca juga: Direktur Ritel KB Bank (BBKP) Mundur, Ada Apa?
“Inovasi klinis, pengembangan kapabilitas medis, serta ekspansi yang terukur menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya saing dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, kami akan terus memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

