Media Asuransi, JAKARTA – Ekonom Senior sekaligus Chief Economist PermataBank Josua Pardede menilai pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
Menurutnya transisi kepemimpinan di bank sentral tetap berjalan sesuai mekanisme yang tertib sehingga kesinambungan kebijakan moneter tetap terjaga. “Pengunduran diri Perry Warjiyo perlu dipandang sebagai peralihan kepemimpinan yang tertib, bukan kekosongan kendali di BI,” kata Josua melalui keterangan resminya, Senin, 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan kebijakan BI tidak bergantung pada satu figur karena seluruh keputusan strategis ditetapkan melalui Rapat Dewan Gubernur. Dengan demikian, kebijakan suku bunga, pengelolaan likuiditas, stabilisasi nilai tukar rupiah, hingga sistem pembayaran tetap dijalankan secara kolektif.
Josua menilai pengunduran diri Perry juga lebih tepat dipandang sebagai akhir dari pengabdian panjangnya di BI. Ia menegaskan jika Perry telah berkarier di BI sejak 1984 dan memimpin bank sentral selama dua periode.
|Baca juga: Mensesneg Sebut Presiden Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo dari Gubernur BI
Selama masa kepemimpinannya, Josua menilai Perry telah berhasil memperkuat bauran kebijakan, memperdalam pasar keuangan, memperluas instrumen stabilisasi nilai tukar, serta mengintegrasikan kebijakan moneter, perbankan, dan sistem pembayaran.
Selain itu, Josua menilai, penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pjs) BI juga memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan.
Selain telah menjabat Deputi Gubernur Senior sejak 2019, Destry memiliki pengalaman di sektor perbankan, pasar modal, Kementerian BUMN, hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dinilai cukup untuk menjaga kesinambungan kebijakan BI.
Ia menambahkan, berbagai instrumen kebijakan yang telah berjalan, mulai dari suku bunga acuan, stabilisasi nilai tukar rupiah, pengelolaan likuiditas, hingga pendalaman pasar keuangan tetap dapat dijalankan selama masa transisi.
|Baca juga: Perry Warjiyo Resign, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Gubernur BI Sementara!
Meski demikian, Josua mengingatkan, BI dan pemerintah dinilai perlu menjaga komunikasi kepada pasar serta memastikan proses penunjukan gubernur definitif berjalan secara jelas dan transparan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat persepsi bahwa independensi Bank Indonesia tetap terpelihara.
“Tantangan terpenting saat ini bukan kemampuan Destry menjalankan tugas, melainkan memastikan komunikasi transisi dilakukan secara cepat, konsisten, dan meyakinkan,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
