Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto mewanti-wanti pentingnya memperkuat basis investor domestik demi menjaga resiliensi pasar modal nasional.
|Baca juga: Isu Merger dengan MUFG Menyeruak, Begini Penjelasan Resmi Bank Danamon (BDMN)!
Pemerintah kini fokus mendorong partisipasi investor lokal, khususnya dari kalangan Generasi Z (Gen Z) untuk mengantisipasi fenomena aliran modal keluar yang kerap dilakukan investor asing saat terjadi gejolak ekonomi global.
Dalam arahannya, Menko Airlangga menyoroti perilaku investor nondomestik yang cenderung reaktif terhadap ketidakpastian. Menurutnya, keberadaan investor dalam negeri yang solid merupakan kunci agar pasar modal tidak mudah goyang oleh volatilitas yang datang dari luar.
|Baca juga: Disindir Purbaya, Pendalaman Pasar Modal RI Dinilai Belum Kunjung Terwujud
“Dan saat ini basis investor domestik apresiasi karena kalau investor nondomestik biasanya dengan gonjang-ganjing dia mengalir duluan ke luar. Jadi resiliensi perlu kita jaga,” ujar Airlangga, dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Guna memperkuat ketahanan tersebut, pemerintah membidik potensi besar dari anak muda. Berdasarkan data yang dipaparkan, dominasi Gen Z dalam struktur investor nasional saat ini sangat signifikan, dengan angka partisipasi mencapai lebih dari 90 persen atau setara 24 juta jiwa.
Airlangga berharap keterlibatan masif generasi muda ini mampu bertindak sebagai peredam kejut bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Ia menilai masa depan pasar modal tidak hanya bergantung pada kebijakan hari ini, tetapi pada seberapa inklusif instrumen keuangan bagi investor pemula.
|Baca juga: OJK: Musim Haji 2026 Jadi Peluang Besar bagi Industri Asuransi RI
|Baca juga: Jumlah Investor Tembus 24,74 Juta, OJK Tekankan Pentingnya Literasi agar Tidak Salah Investasi
“Dan sekali lagi saya ucapkan selamat semoga reksa dana ini memperdalam pasar modal dan yang lebih senang anak muda yang investasi itu sudah lebih 90 persen karena itu 24 juta. Jadi mudah-mudahan ini menjadi buffer untuk shock absorber di pasar modal kita,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah optimistis terhadap target pertumbuhan pasar modal di 15-20 persen secara tahunan. Meski rata-rata pertumbuhan sempat tertahan di angka 5-6 persen akibat dampak pandemi covid-19, Airlangga yakin kolaborasi lintas kementerian akan mampu memacu kembali performa indeks saham ke level yang lebih kompetitif.
|Baca juga: APRDI Sebut Ruang Tumbuh Reksa Dana Masih Sangat Besar, Ini Alasannya!
|Baca juga: OJK Soroti Prospek Cerah Asuransi Kendaraan Listrik di Indonesia
“Tapi tadi dengan adanya gas baru dari Menteri Keuangan, mungkin pertumbuhan 15-20 persen dikejar lagi ya Pak? Kita kejar bareng-bareng,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
