1
1

Bos OJK: Pasar Modal Berperan Strategis Dukung Pembiayaan Pembangunan RI

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam Kegiatan Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, di Jakarta, Senin, 27 April 2026. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan industri pasar modal Indonesia mempunyai peran yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karenanya, regulator jasa keuangan terus melakukan penguatan terhadap fundamental pasar modal Tanah Air.

“Pasar modal memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, di Main Hall BEI, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

|Baca juga: Investor Asing Rentan Kabur, Airlangga Siapkan Gen Z Jadi Tameng Pasar Modal Indonesia

Berdasarkan proyeksi dari Kementerian PPN/Bapenas, lanjut Hasan, kebutuhan investasi nasional untuk periode jangka menengah empat tahun ke depan yakni pada 2025 sampai 2029 diperkirakan kurang lebih mencapai angka Rp47.573 triliun.

“Tentu di tengah keterbatasan kapasitas utama pendanaan dari APBN maka pasar modal tidak kecuali melalui instrumen saham, obligasi, dan lain-lain diharapkan juga turut berkontribusi. Angka targetnya ada di sekitar 3,81 persen atau setara dengan dukungan sejumlah Rp1.812 triliun,” jelas Hasan.

|Baca juga: Jumlah Investor Tembus 24,74 Juta, OJK Tekankan Pentingnya Literasi agar Tidak Salah Investasi

|Baca juga: Disindir Purbaya, Pendalaman Pasar Modal RI Dinilai Belum Kunjung Terwujud

Dengan kondisi itu, masih kata Hasan, memperlihatkan bahwa industri pasar modal Indonesia mempunyai peranan yang sangat strategis dan diperhitungkan. Bahkan, peranannya bisa memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

“Hal ini mencerminkan besarnya potensi pasar modal sebagai salah satu pilar utama pendukung pembiayaan ekonomi nasional kita,” tukasnya, dalam sambutannya di Kegiatan Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026.

Di sisi lain, pasar saham domestik menunjukkan pergerakan yang dinamis pada Maret 2026, sebagaimana juga dialami oleh bursa global dan regional. Peningkatan volatilitas dipicu masih berlanjutnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

|Baca juga: OJK Soroti Prospek Cerah Asuransi Kendaraan Listrik di Indonesia

|Baca juga: OJK: Musim Haji 2026 Jadi Peluang Besar bagi Industri Asuransi RI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.048,22 per akhir Maret 2026, terkoreksi 14,42 persen secara mtm atau 18,49 persen secara ytd. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar saham pada periode laporan tercatat sebesar Rp20,66 triliun, mengalami moderasi dari angka RNTH bulan Februari 2026 (Rp25,62 triliun).

Hal itu terjadi seiring langkah wait-and-see pelaku pasar di tengah ketidakpastian global. Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread di pasar saham pada Maret 2026 tetap terjaga yaitu sebesar 1,55 kali (Februari 2026: 1,24 kali).

Sementara itu, investor asing pada bulan tersebut membukukan net sell di pasar saham sebesar Rp23,34 triliun (Februari 2026: net buy Rp0,36 triliun), dengan lonjakan jual oleh asing disebabkan adanya transaksi di pasar negosiasi pada saham sejumlah emiten.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Investor Asing Rentan Kabur, Airlangga Siapkan Gen Z Jadi Tameng Pasar Modal Indonesia
Next Post OJK Perpanjang Waktu Pelaporan dalam SLIK bagi Asuransi dan Penjaminan

Member Login

or