Media Asuransi, JAKARTA – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM, perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp60,23 miliar atau Rp14,75 per saham.
Angka itu setara dengan 30 persen dari laba tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 22 April 2026.
|Baca juga: Tumbuh 17,4%, Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp1.530 Triliun di Kuartal I/2026
|Baca juga: Begini Respons Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait Pengumuman MSCI
Direktur Utama MINE Ivo Wangarry menyampaikan pembagian dividen tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pengelolaan usaha yang disiplin, terukur, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian, khususnya di tengah dinamika dan tantangan sektor pertambangan.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham yang memungkinkan perseroan terus menciptakan nilai tambah,” ujar Ivo, dalam Paparan Publik seusai RUPST di Jakarta, dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 22 April 2026.
Pembagian dividen ini, lanjutnya, mencerminkan kinerja dan upaya perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan penguatan fundamental usaha. “Termasuk pada periode awal usai IPO,” ujar Ivo.
Ivo menegaskan kebijakan dividen ke depan akan terus mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan perseroan secara menyeluruh, dengan memperhatikan kinerja keuangan, rencana ekspansi, serta dinamika dan prospek industri, sehingga tetap selaras dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis perseroan.
|Baca juga: Indo Tambangraya Megah (ITMG) Siap Tebar Dividen Tunai US$64,54 Juta, Berikut Jadwal Lengkapnya!
|Baca juga: TBS Energi Utama (TOBA) Siap Tebar Dividen Rp152,9 Miliar, Cek Jadwalnya di Sini!
Sepanjang 2025, perseroan mencatatkan kinerja positif di tengah dinamika industri tambang dan ekonomi global yang penuh tantangan. Pendapatan MINE tumbuh 11,8 persen menjadi Rp2,36 triliun dibandingkan dengan 2024.
Peningkatan ini didorong oleh kontribusi dua sumber pendapatan baru, yaitu proyek pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari serta proyek penambangan milik PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang semakin memperkuat portofolio bisnis perseroan.
Dirinya menambahkan, untuk 2026, perseroan terus aktif dalam memperoleh kontrak baru, di samping terus menjaga kepercayaan mitra kerja yang sudah ada selama ini, serta mengembangkan lini bisnis sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing dan memperluas peluang pertumbuhan.
“Perseroan terus berkomitmen untuk memperkuat kinerja serta mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Bagi kami, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pengembalian nilai tambah kepada pemegang saham adalah kunci,” ujar Ivo.
Penggunaan dana IPO
Dalam kesempatan itu, manajemen melaporkan penggunaan dana hasil IPO Rp129,61 miliar usai dikurangi biaya emisi. Hingga 31 Desember 2025, seluruh dana telah direalisasikan 100 persen sesuai dengan prospektus, yaitu untuk pengadaan alat berat, pembelian aset berupa tanah dan bangunan, serta sebagai modal kerja Perseroan.
|Baca juga: Harga Premi Asuransi Energi Terus Turun di Tengah Risiko Global yang Makin Parah, Kok Bisa?
|Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% di Tengah Tekanan Global
Selama 2025, MINE telah melakukan pengadaan alat berat sebesar Rp267 miliar yang digunakan untuk menunjang operasional kontrak-kontrak baru. Lebih lanjut, Ivo menyebut, industri jasa penunjang pertambangan ke depan menunjukkan prospek positif, meski menghadapi sejumlah tantangan.
Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam industri pertambangan global, dengan cadangan dan produksi yang signifikan di berbagai komoditas strategis, seperti nikel, batu bara, emas, dan mineral lainnya.
“Dengan potensi sumber daya mineral Indonesia yang beragam, kami melihat ruang pengembangan usaha yang cukup luas di berbagai komoditas. Ke depan, perseroan akan terus memperluas cakupan layanan serta menjajaki peluang diversifikasi ke mineral lainnya secara disiplin dan terukur,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
